Kabar BUMN - Yogyakarta punya sejumlah perpustakaan, salah satu yang cukup tua Jogja Library Center.
Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat wisata dan kuliner Malioboro.
Jogja Library Center menempati gedung bekas NV Boekhandel en Drukkerij Kolff-Buning.
Yakni perusahaan swasta Hindia Belanda yang bergerak dalam bidang percetakan dan toko buku.
Baca Juga: Cara Memulai Investasi Reksadana untuk Pemula, Modal Kecil dengan Keuntungan Besar
Dulu percetakan ini mencetak dan menjual buka dalam bahasa Indonesia, Belanda, dan Jawa.
Beberapa penulis jadul pernah menerbitkan bukunya di NV Boekhandel en Drukkerij Kolff-Buning.
Seperti Raden Ngabei Ranggawarsita, Njoo Cheong Seng, Roestam Soetan Palindih, dan banyak lagi.
Mereka juga dulu menerbitkan majalah Ratoe Timoer.
Baca Juga: Liburan Seru di Beach Safari Batang, Sekali Tiket Bisa ke Kebun Binatang dan Pantai
Pada masa penjajahan Jepang, gedung digunakan untuk Kantor Berita Domei, kantor penerangan dan propaganda Jepang.
Setelah kemerdekaan, gedung diubah jadi Perpustakaan Negara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jogjakarta.
Akhirnya tahun 2011 berubah nama menjadi Jogja Library Centre.
Baca Juga: 4 Restoran Ramen di Jakarta dengan Jaminan dan Setifikat Halal
Artikel Terkait
Perpustakaan di Yogyakarta, Pusat Kreatif dan Inspirasi dengan Koleksi yang Memperkaya Pengetahuan
Pasar Seni Gabusan, Yogyakarta, Titik Kumpulnya Pelaku dan Pecinta Seni yang Menyenangkan
Toko Buku Indie di Yogyakarta, Surga Membaca dan Diskusi Seni Budaya
Tenggelam dalam Tumpukan Buku di Toko Buku Akik, Yogyakarta, yang Sepi dan Tenang
EdSU House, Yogyakarta, Ruang Memahami dan Menggali Jiwa Seni Kontemporer