Kabar BUMN - Ada banyak cara untuk merayakan Waisak. Tapi merasakannya langsung di pelataran suci Candi Borobudur jelas jadi pengalaman yang berbeda.
Tahun 2026 ini, rangkaian #WaisakDiBorobudur kembali menghadirkan perjalanan batin yang tak sekadar indah, tapi juga penuh makna.
Bukan hanya tentang perayaan, melainkan tentang jeda, memberi ruang bagi diri untuk lebih tenang, sadar, dan bijaksana.
Baca Juga: PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa
Perjalanan dimulai saat malam perlahan turun.
Ribuan lampion dilepaskan ke langit, menciptakan pemandangan yang sulit dilupakan.
Namun lebih dari sekadar visual yang memukau, setiap lentera membawa simbol: melepaskan ego, harapan, dan beban yang selama ini kita simpan.
Baca Juga: BRI Tawarkan Bonus Rp200 Ribu untuk Cicil Emas di BRImo, Ini Syaratnya
Momen ini terasa semakin khidmat karena dilakukan bersama banyak orang, namun tetap menghadirkan rasa personal.
Seakan-akan, di tengah keramaian, setiap individu tetap punya ruang untuk berdialog dengan dirinya sendiri.
Keesokan paginya, suasana berubah menjadi hening dan syahdu.
Baca Juga: Telin Gandeng DITO Filipina, Perkuat Konektivitas Digital Regional Asia
Sunrise Pradaksina menjadi penutup sekaligus puncak pengalaman.
Dalam cahaya matahari yang perlahan muncul, langkah demi langkah dilakukan dengan penuh kesadaran, mengelilingi candi sambil meresapi makna kehidupan.
Artikel Terkait
Candi Prambanan April 2026: Harga Tiket, Jam Buka, dan Tips Liburan
Panduan Lengkap ke Candi Borobudur: Tiket, Akses, dan Aktivitas April 2026
Hari Bakti Rimbawan 2026, Perhutani Jateng Gelar Aksi Tanam Pohon di Candi Gedong Songo
Candi Klero, Candi Hindu Menyempil di Perkampungan Rakyat yang Baru Ditemukan Tahun 1990-an
Panduan Seharian Mengunjungi Kompleks Angkor Wat di Kamboja, dari 70 Candi Utamakan yang Penting Saja