Kalau Bakpia Terus Dimodifikasi, Kuliner Asli Yogyakarta Ini Justru Mulai Langka

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 6 Mei 2026 | 07:00 WIB
Tempe benguk (yummy.co.id via yogyaku.com)
Tempe benguk (yummy.co.id via yogyaku.com)

Kabar BUMN - Penggunaan nama bakpia di kuliner atau oleh-oleh kekinian Yogyakarta sedang jadi pembicaraan.

Tidak sedikit yang menilai penggunaan nama bakpia di kuliner baru dari luar Yogyakarta itu sudah tidak tepat.

Saat bakpia “terus dimodifikasi”, sebagian kuliner asli Yogyakarta lainnya justru mulai langka.

Kuliner asli Yogyakarta ini hanya tersedia di pasar tradisional atau penjual tertentu saja.

Baca Juga: Malang Skyland 2026: Spot Foto Estetik, Wahana Seru, dan Harga Tiket Terbaru

Bolu emprit
Meskipun namanya bolu, tekstur bolu emprit keras dan kasar, tidak seperti bolu pada umumnya.

Bolu ini terbuat dari terigu, kelapa parut, gula halus, baking powder, jahe, garam, dan air.

Seluruh bahan dicampur agar menjadi adonan lalu dibentuk menjadi setengah bulatan kecil.

Begitu kecilnya, terlihat seperti burung emprit.

Baca Juga: Ada di Banten, Pantai Pandan Carita Tawarkan Suasana Wisata Ala Bali

Growol (goodnewsfromindonesia.id)

Growol
Makanan asli Kulon Progo yang terbuat dari singkong ini tercantum pada Serat Centhini tahun 1814.

Growol dibuat dari singkong yang direndam tiga malam, dicacah, dan dikukus hingga bertekstur seperti nasi.

Rasa growol hambar. Seringnya dimakan bersama lauk pauk, terutama tempe.

Pangangan ini jadi pengganti nasi bagi yang ingin hidup sehat karena tinggi karbohidrat rendah glukosa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini