Kalau Bakpia Terus Dimodifikasi, Kuliner Asli Yogyakarta Ini Justru Mulai Langka

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 6 Mei 2026 | 07:00 WIB
Tempe benguk (yummy.co.id via yogyaku.com)
Tempe benguk (yummy.co.id via yogyaku.com)

Baca Juga: Enak dan Menyehatkan, Ini Manfaat Makan Cokelat bagi Tubuhmu

Tempe benguk
Bukan kedelai, tempe ini terbuat dari kacang koro.

Pembuatannya, kacang koro direndam semalaman, setelah itu direbus agar kulit arinya terkelupas.

Setelah itu barulah biji-biji itu difermentasi sekitar tiga hari.

Tempe benguk masih dijual di beberapa pasar tradisional, terutama di Kabupaten Kulon Progo.

Baca Juga: Waspada Heat Stroke Saat Ibadah Haji, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat

Bubur atau jenang saren (travellingindonesia.com)

Bubur saren
Kuliner manis ini terbuat dari tepung beras ketan dan tepung tapioka yang dimasak dengan santan dan gula merah.

Setelah setengah matang diberi merang sehingga menghasilkan warna hitam.

Ditambahkan juga beragam rempah, seperti pandan, daun jeruk, serai, dan jahe.

Tekstur bubur atau jenang saren kental dengan aroma jahe dan gula merah yang tajam.

Baca Juga: Umbul Jernih di Klaten, Cocok untuk Santai dan Main Air

Brongkos
Tampilannya mirip rawon karena sedikit berkuah dan berwarna kehitaman. Hitam ini juga berasal dari kluwak.

Brongkos terbuat dari daging yang dipotong dadu dimasak dengan beragam rempah khas Indonesia.

Selain kluwak, ada serai, daun jeruk purut, lengkuas, kencur, jahe, ketumbar, bawang merah dan kemiri.

Brongkos disajikan bersama nasi putih yang disiram dengan kuah hitam dari brongkos.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini