Liburan di Bali Kini Lebih Praktis, Ada Pass Wisata yang Bisa Dipakai ke Puluhan Destinasi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi - Liburan di Bali kini lebih praktis dengan Bali All Access Pass yang memberi akses ke 50 destinasi wisata tanpa ribet antre tiket.
Ilustrasi - Liburan di Bali kini lebih praktis dengan Bali All Access Pass yang memberi akses ke 50 destinasi wisata tanpa ribet antre tiket.

Kabar BUMN - Bali masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Namun di balik keindahan pantai dan ragam wisatanya, kemacetan hingga antrean panjang di tempat wisata sering kali membuat perjalanan terasa melelahkan.

Kondisi itu membuat banyak wisatawan harus menyusun jadwal dengan sangat detail agar waktu liburan tidak terbuang sia-sia.

Baca Juga: Ragam Nasi Rames di Jawa Tengah, Beda Lauk, Beda Rasa

Kini hadir layanan baru bernama Bali All Access Pass yang dirancang untuk membantu wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih praktis.

Layanan tersebut resmi diperkenalkan oleh SatuSatu.com dalam acara peluncuran di Jakarta Pusat pada Rabu, 6 Mei 2026.

Satu Pass untuk Puluhan Tempat Wisata

Baca Juga: TASPEN Imbau Pensiunan Rutin Autentikasi Sebelum Tanggal 15 demi Kelancaran Pencairan Manfaat

Bali All Access Pass menawarkan konsep wisata terintegrasi yang memungkinkan wisatawan mengakses lebih dari 50 destinasi populer di Bali hanya dengan satu pass. Dengan sistem ini, wisatawan tidak perlu lagi membeli tiket masuk secara terpisah di setiap lokasi wisata.

Pass tersebut tersedia dalam beberapa pilihan durasi, mulai dari satu hari, dua hari, hingga tiga hari. Wisatawan pun bisa memilih sesuai kebutuhan dan lama liburan yang direncanakan.

Konsep layanan ini disebut mirip seperti sistem all you can eat, tetapi diterapkan untuk akses ke berbagai atraksi wisata. Kehadiran layanan tersebut diharapkan membuat perjalanan menjadi lebih hemat waktu dan efisien.

Baca Juga: KHAS Parapat Tawarkan Pengalaman Menginap Eksklusif di Tepi Danau Toba dengan Nuansa Budaya Batak

Berawal dari Pengalaman Terjebak Macet

Ide menghadirkan layanan ini muncul dari pengalaman pribadi CEO TipTip Indonesia, Albert Lucius, saat berlibur di Bali. Saat itu, perjalanan menuju lokasi pertunjukan tari kecak yang awalnya diperkirakan singkat justru memakan waktu jauh lebih lama akibat kemacetan.

Padatnya lalu lintas serta tingginya aktivitas wisata di Bali membuat wisatawan sering kali kesulitan mengejar jadwal perjalanan. Selain harus menghadapi kondisi jalan yang ramai, antrean panjang di tempat wisata juga menjadi tantangan tersendiri.

Pengalaman tersebut berubah ketika dirinya mendapatkan bantuan layanan concierge yang membantu pengaturan tiket dan perjalanan. Dari situ muncul gagasan menghadirkan layanan wisata yang lebih personal dan praktis bagi wisatawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini