Kuliner Ekstrem dari Jawa Tengah, Tidak Semua Orang Berani Mengonsumsinya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 11 Mei 2026 | 08:30 WIB
Peyek laron populer di Wonogiri, Gunungidul, dan Boyolali, bahan dasarnya laron sulun atau yang berukuran kecil. (Instagram/@mediakulinersolo)
Peyek laron populer di Wonogiri, Gunungidul, dan Boyolali, bahan dasarnya laron sulun atau yang berukuran kecil. (Instagram/@mediakulinersolo)

Kabar BUMN - Di antara kuliner yang mudah diterima, Jawa Tengah punya pula kuliner ekstrem juga.

Dianggap ekstrem karena bahan bakunya tidak biasa dan tidak semua orang berani mengonsumsinya.

Kalau ingin mencari kuliner ekstrem dari Jawa Tengah ini pun tidak begitu mudah.

Hanya sedikit saja yang membuat dan menjualnya.

Baca Juga: Tak Harus Terbangkan Lampion, Waisak Borobudur Kini Punya Area Viewing Khusus

Peyek laron
Populer di Wonogiri, Gunungidul, dan Boyolali, bahan dasarnya laron sulun atau yang berukuran kecil.

Setelah dikumpulkan, laron kecil dibuang sayapnya dan diberi bumbu bawang putih dan garam.

Lalu dimasukkan ke adonan peyek dan digoreng kering. Cita rasanya renyah dan gurih.

Peyek ini banyak buru orang untuk oleh-oleh karena jarang dijual di tempat atau daerah lain.

Baca Juga: Serasa Safari di Afrika, Ini Daya Tarik Taman Nasional Baluran yang Wajib Kamu Jelajahi

Ungker jati paling sering dimasak tumis atau oseng-oseng. (Youtube/@dapurbm)

Ungker jati
Kuliner asal Blora ini populer di musim hujan karena bahannya muncul di masa peralihan musim kemarau ke hujan.

Bahan bakunya ungker jati atau atau ulat jati. Serangga ini hidup menempel di pohon-pohon jati.

Ungker dijual mentah dan masih segar. Orang mengolahnya menjadi beragam kuliner.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini