Ragam Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Yogyakarta, Rata-rata Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Mei 2026 | 13:00 WIB
Gula semut terbuat dari air nira yang bentuknya sangat halus, seperti gula pasir berwarna kecokelatan. (Facebook/Gula Semut Kulon Progo)
Gula semut terbuat dari air nira yang bentuknya sangat halus, seperti gula pasir berwarna kecokelatan. (Facebook/Gula Semut Kulon Progo)

Baca Juga: Libur Panjang ke Bandung? Cek Harga Tiket dan Keseruan Lembang Park & Zoo 2026

Kopi Menoreh
Selain menawarkan pemandangan indah, Bukit Menoreh juga daerah penghasil kopi terbaik di Yogyakarta.

Kopi Menoreh terdiri dari dua jenis, yaitu arabika dan robusta.

Cita rasa kopi ini unik karena jika disesap cenderung akan terasa agak sedikit moka.

Rasa ini karena pohon kopi di Bukit Menoreh ditanam di antara pohon-pohon pinus.

Baca Juga: 5 Inspirasi Masakan Western dari Daging Kurban, Mudah Dibuat dan Cocok untuk Sajian Keluarga

Geblek mirip cireng dari Jawa Barat. (cookpad.com via Idntimes.com)

Geblek
Dulu geblek makanan petani yang berladang dan membawanya untuk camilan sebelum makan siang.

Secara tampilan, geblek mirip cireng dari Jawa Barat. Bahan bakunya pun dari tepung aci atau tapioka.

Bedanya geblek berwarna putih dengan bentuk seperti angka delapan. Teksturnya juga lebih kenyal.

Geblek paling sering dimakan dengan tempe benguk tapi bisa dicamil begitu saja.

Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 ke Taman Safari Prigen? Simak Harga Tiket, Jam Buka, dan Night Safari

Tempe benguk
Tempe berwarna abu-abu ini berasal dari Dusun Nganggrung, Kulon Progo.

Bukan kedelai, tempe benguk dibuat dari kacang koro benguk yang tumbuh subur di Kulon Progo.

Kacang benguk difermentasi selama beberapa hari hingga warnanya menjadi abu-abu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini