Tips Mengatur Uang Pesangon Setelah di-PHK dan Tidak Langsung Mendapat Pekerjaan Baru

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 25 Mei 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi.  Penting mengatur penggunaan uang pesangon agar tidak mudah habis dan terbuang sia-sia. (Tima Miroshnichenko/Pexels)
Ilustrasi. Penting mengatur penggunaan uang pesangon agar tidak mudah habis dan terbuang sia-sia. (Tima Miroshnichenko/Pexels)

Kabar BUMN - Kondisi perekonomian yang buruk membuat sejumlah perusahaan melakukan lay off atau PHK.

Jika sesuai peraturan tenaga kerja, pekerja yang diputuskerjakan akan mendapat pesangon.

Kalau tidak langsung dapat pekerjaan baru, dengan uang pesangon itulah orang harus bertahan hidup.

Penting mengatur penggunaan uang pesangon agar tidak mudah habis dan terbuang sia-sia.

Baca Juga: Hari Raya Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Ini 15 Ucapan Penuh Doa

Hitung untuk kebutuhan dasar
Begitu mendapat pesangon, jangan langsung dibelikan barang-barang mewah atau untuk liburan.

Hitung dulu semua pengeluaran untuk kebutuhan dasar sehari-hari, misalnya makan, listrik, internet, dan lainnya.

Setelah itu sisihkan uang pesangon sesuai dengan pengeluran tersebut, minimal untuk 3-6 bulan ke depan.

Bila masih bersisa bisa gunakan untuk kebutuhan penting lainnya.

Baca Juga: Panduan Liburan ke Monas saat Idul Adha 2026: Tiket, Jam Operasional, hingga Fasilitas

Jadi sumber modal
Bagi yang sudah berumur di atas 35 tahun, sering kesulitan mendapatkan pekerjaan formal baru.

Ada baiknya mencari atau membangun jenis pekerjaan lepas atau menjadi freelancer.

Manfaatkan pesangon untuk modal kerja. Misalnya buka warung, bisnis, atau ikut satu kursus keahlian baru.

Bisa cari yang sesuai kerjaan lama atau hobi dan trend. Misalnya kursus barista, menjahit, data analyst, dan banyak lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: ocbc.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini