Kabar BUMN - Jastip atau jasa titipan sudah menjadi fenomena bisnis yang tumbuh subur di Indonesia sejak 10 tahun terakhir.
Pelaku jastip atau jastiper membantu mencarikan sejumlah barang pelanggan yang tidak punya waktu belanja sendiri.
Biasanya barang dari luar kota atau luar negeri.
Ini bisa jadi peluang bisnis yang menyenangkan. Modalnya pun bisa menyesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga: Libur Idul Adha 2026 Makin Seru! Dufan Hadirkan Promo Tiket Hemat Beli 1 Gratis 1
Tentukan target market
Produk jastip bisa apa saja, dari kebutuhan sehari-hari, barang mewah, makanan, sampai barang viral.
Tentukan target market agar memudahkan Anda mengklasifikasikan barang yang dibutuhkan market.
Misalnya khusus pekerja yang tidak punya waktu belanja, ibu rumah tangga, atau orang dengan hobi khusus.
Menentukan target market juga akan memengaruhi besaran modal usaha.
Baca Juga: 20 Contoh Ucapan Selamat Iduladha 2026 untuk Dibagikan ke Media Sosial
Modal usaha
Tergantung barang yang akan dibeli, semakin mahal, maka butuh modal besar untuk menalangi barang.
Hitung juga ongkos dan biaya jasa. Semakin sulit barang, bisa mengambil biaya jasa yang besar.
Bagi yang modalnya kecil, cari barang yang harganya tidak terlalu mahal dan gunakan aturan jastip yang jelas.
Misalnya, pembeli wajib DP sekitar 50%. Kalau sangat mahal harus DP 75%-100% dari barang.
Artikel Terkait
Catat! 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mulai Bisnis Sampingan
Ide 8 Usaha Sampingan untuk Karyawan Kantoran yang Super Sibuk
Panduan Mencari Pemasukan Tambahan dengan Bisnis Makanan Agar Berumur Panjang