Masih berada di kawasan Malioboro, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah selatan menuju Pasar Beringharjo.
Pasar tertua di Yogyakarta ini dikenal sebagai destinasi favorit untuk berburu kain batik dengan harga beragam, termasuk pilihan yang lebih terjangkau bagi wisatawan.
Selain belanja, pasar ini juga menjadi tempat tepat untuk menikmati cita rasa kuliner tradisional. Beragam jajanan pasar tersedia di sini, termasuk kuliner legendaris seperti Pecel Senggol yang banyak diburu pengunjung.
Baca Juga: Tiga Juta Ton Sudah Terserap, BULOG Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Kampung Wisata Sosrowijayan, Suasana Santai Dekat Stasiun
Tak jauh dari Malioboro, terdapat Kampung Wisata Sosrowijayan yang dikenal sebagai salah satu kawasan favorit wisatawan.
Berlokasi di gang yang terhubung langsung dengan Malioboro, kawasan ini menawarkan suasana santai dengan nuansa khas backpacker.
Kamu bisa menemukan banyak penginapan dengan harga ramah di kantong, kafe estetik, hingga studio seni kecil yang menarik untuk dikunjungi. Karena jaraknya sangat dekat dari stasiun, tempat ini juga sering menjadi pilihan transit bagi para pelancong.
Baca Juga: RE3 For-E PNM Hadirkan Manfaat Ganda, Lingkungan Terjaga dan Usaha Laundry Tumbuh
Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Tempat Nongkrong dengan Nuansa Bersejarah
Jika berjalan hingga ujung selatan Malioboro, kamu akan tiba di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Area ini menjadi salah satu pusat aktivitas wisata karena dikelilingi bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri megah.
Beberapa bangunan penting seperti Gedung Agung, Kantor Pos Besar, dan Bank Indonesia bisa ditemukan di sekitar lokasi ini. Saat sore hingga malam hari, suasana kawasan terasa semakin hidup dengan lampu kota yang menyala dan menciptakan nuansa khas Jogja yang hangat dan romantis.
Baca Juga: Kuliner Khas Wakatobi, Didominasi Ikan dan Umbi-umbian Lokal
Benteng Vredeburg, Wisata Sejarah Sekaligus Spot Foto Menarik
Tak jauh dari Titik Nol Kilometer, kamu bisa mampir ke Benteng Vredeburg yang berada di sisi timur kawasan tersebut.
Benteng peninggalan Belanda ini kini difungsikan sebagai museum sejarah perjuangan nasional yang menyimpan banyak informasi menarik tentang perjalanan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Tiga Juta Ton Sudah Terserap, BULOG Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Selain belajar sejarah melalui diorama di dalam museum, area benteng juga menawarkan arsitektur bergaya Eropa klasik yang menarik untuk dijadikan latar foto.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Ayam Geprek Enak di Jogja untuk Makan Siang, Pedasnya Bikin Nagih!
BNI Hadirkan Solusi Keuangan Digital untuk Generasi Muda di Jogja Financial Festival 2026
Banyak Dipilih untuk Weekend ke Jogja, KA Bogowonto Catat Pertumbuhan Penumpang
Libur Panjang di Jogja Makin Berkesan, Ini Jadwal dan Harga Tiket Ramayana Ballet Prambanan Mei 2026
Kuliner Malam di Jogja: 5 Mie Chili Oil dengan Porsi Pas dan Harga Ramah Kantong