Kabar BUMN - Umat Islam akan menyembelih hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.
Penyembelihan hewan kurban ini sendiri dilakukan berdasarkan kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.
Dimana Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah untuk menyembelih Nabi Ismail darah dagingnya sendiri.
Baca Juga: Bolehkah Daging Kurban Dibagikan Setelah Idul Adha? Berikut Hukum dan Tata Caranya
Dilansir KabarBUMN.com dari NU Online, kisah ini terjadi setelah peristiwa Raja Namrud membakar Nabi Ibrahim.
Namun, Nabi Ibrahim berhasil lolos dari maut berkat kuasa Allah.
Nabi Ibrahim kemudian hijrah ke meninggalkan Raja Namrud dan kaumnya.
Baca Juga: Idul Adha di Era Digital: Makna yang Tetap Relevan dalam Perubahan Zaman
Saat hijrah itu lah, ia menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai seorang putra bernama Ismail yang kelak juga akan menjadi nabi.
Suatu hari, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih dan mengurbankan putra kesayangannya itu.
Menurut cerita yang beredar, kala itu Ismail berusia sekitar tujuh tahun dan ada juga yang berpendapat 13 tahun.
Baca Juga: Idul Adha: Mengapa Sapi, Kambing dan Domba Dipilih sebagai Hewan Kurban?
Namun yang pasti saat itu Ismail sudah bisa membantu pekerjaan orang tua dan bertanggung jawab.
Mendapati mimpi tersebut, Nabi Ibrahim sangat kebingungan dan terus berdoa kepada Allah untuk meminta petunjuk.
Artikel Terkait
KAI Services Ajak Pelanggan Donasi Pembelian Hewan Kurban untuk Idul Adha 2023
Contoh Ucapan Hari Raya Idul Adha untuk Keluarga, Teman dan Kerabat
Idul Adha: Mengapa Sapi, Kambing dan Domba Dipilih sebagai Hewan Kurban?
Idul Adha di Era Digital: Makna yang Tetap Relevan dalam Perubahan Zaman
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan Setelah Idul Adha? Berikut Hukum dan Tata Caranya