Bandingkan dengan nilai-nilai penting, moral, dan etika yang Anda yakini.
Baca Juga: Tidak Melulu Faktor Usia, Tumbuhnya Uban Juga Dipengaruhi Gaya Hidup
Bagaimana dengan visi, moral, dan etika dari perusahaan, apakah sejalan dengan keyakinan Anda?
Pikirkan secara objektif yang anda suka dan tidak suka. Kenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Dengan cara ini seseorang bisa melatih berpikir secara kritis.
Baca Juga: 6 Jenis Biji Kopi Terbaik di Dunia, Salah Satunya Kopi Lintong dari Mandailing
3. Bertanya
Pepatah malu bertanya sesat di jalan berlaku dalam mengasah berpikir secara kritis. Ketika tidak yakin akan satu hal, jangan ragu bertanya.
Mulailah dengan menyebutkan hal-hal yang Anda ketahui lalu ajukan pertanyaan yang berkaitan dengan detail masalah tersebut.
Bertanya juga akan membantu untuk merangsang Anda mengajukan ide-ide dari atasan atau rekan kerja.
4. Belajar memprediksi masalah
Ketika menghadapi masalah coba bayangkan apa yang kemudian bisa terjadi. Prediksi tersebut bisa yang positif atau negatif.
Sambil melakukan prediksi, pikirkan pula apa yang harus diantisipasinya bila hal tersebut benar-benar terjadi.
Dengan memprediksi masalah, orang perlahan akan mengasah kemampuan mereka berpikir kritis.
5. Evaluasi bukti-bukti yang sudah ada
Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman sebelumnya atau sejumlah fakta yang ada dalam mengambil keputusan.
Barangkali kantor atau proyek pernah terbentur dengan masalah yang sama. Ini bisa jadi bahan pembanding.