Kabar BUMN - Roti yang di abad ke-19 hanya mungkin dinikmati kalangan atas dan bangsawan, pada perkembangannya bisa dinikmati seluruh kalangan masyarakat Indonesia.
Setiap daerah bahkan telah mengadaptasi dan mengembangkan sendiri bentuk roti mereka. Disesuaikan dengan lidah dan bahan baku setempat. Dari situlah muncul roti-roti khas Indonesia.
Kendati zaman sudah berubah dan semakin banyak roti bercita rasa internasional masuk ke negara ini, tetapi roti-roti khas Indonesia pun selalu punya tempat di hati masyarakat. Ini beberapa di antaranya.
Baca Juga: Toko Roti Legendaris di Jakarta, Keberagaman Roti Jadul yang Masih Jadi Favorit Sampai Sekarang
1. Roti Buaya
Roti Buaya adalah bagian dari seserahan penting dalam pernikahan suku Betawi. Roti buaya dibawa mempelai laki-laki pada mempelai perempuan.
Roti buaya sebenarnya tidak lebih dari roti tawar tetapi ukurannya sangat besar dari roti biasa, sekitar setengah meter. Bentuknya seperti buaya yang sangat unik.
Sayangnya, pembuat roti buaya semakin jarang ditemui. Orang pun jadi sulit menikmatinya, kecuali ia datang ke resepsi pernikahan orang Betawi.
Baca Juga: Deretan Makanan Khas Betawi
2. Roti Bluder
Roti bluder adalah roti yang terkenal di Jawa Tengah, terutama di Madiun. Roti ini sudah jadi oleh-oleh khas kota Madiun.
Roti jadul ini mendapat inspirasi dari roti yang dimakan para tentara Belanda. Sedikit berbeda dengan roti tawar, roti bluder adalah perpaduan roti dan cake.
Dibuat dengan menggunakan banyak telur sehingga teksturnya sangat empuk tapi sedikit berminyak. Isiannya beragam mulai dari cokelat, keju, dan daging cincang.
Baca Juga: Resep Bluder Madiun, Jajanan Peninggalan Kolonial Belanda
3. Roti Gambang
Kalau Anda sering membeli roti di penjual roti gerobak, terutama di daerah Jakarta dan Bogor, tentu pernah melihat roti gambang. Roti gambang sangat dikenal di Betawi. Nama gambang diberikan perusahaan roti Belanda yang terinsipirasi dengan bilah-bilang gambang kromong.
Oh ya, roti yang berwarna kecoklatan ini juga ada di daerah Semarang, Jawa Tengah. Tetapi lebih sering disebut dengan roti ganjel rel karena bentuknya yang persegi panjang itu mirip bantalan rel.
Roti gambang tekstur rotinya padat dengan bagian luar agak keras. Rasanya pun tidak seperti roti pada umumnya karena dibuat dengan campuran rempah seperti kayu manis, biji pala, dan kapulaga. Selain terigu, roti gambang menggunakan gula dan maizena.