ragam

Stop Oversharing: Perilaku Bijak Bermedia Sosial Bagi Profesional dan Pekerja

Senin, 10 Juli 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi. Stop oversharing: perilaku bijak bermedia sosial bagi profesional dan pekerja. (Kerde Severin/Pexels)

Untuk mengingatkan, orang yang keseringan mengeluhkan pekerjaannya, saat mencari yang baru pun mungkin akan kesulitan. Pihak HRD sering mengecek media sosial pelamar mereka. Jadi hati-hati ketika berkeluh kesah, ya.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Filosofi AKHLAK sebagai Nilai Utama di Kementerian BUMN

4. Melupakan kode etik
Setiap jenis pekerjaan memiliki kode etik. Terutama yang berhubungan dengan rahasia klien, seperti dokter, pengacara, psikolog. Mereka punya kode etik dalam melindungi kerahasiaan klien.

Hati-hati ketika curhat dan bercerita soal klien yang Anda tangani di media sosial. Walaupun wajah dan nama dirahasiakan, warganet akan dengan mudah menebak-nebak siapa klien tersebut. Dan ini sudah melanggar kode etik.

Sudah banyak kasus dokter atau pekerja kesehatan yang curhat soal pasien dan akhirnya terbongkar. Mereka pun sudah meminta maaf tapi tetapi saja reputasi mereka dan institusi tempat bekerja ikut tercoreng.

Pada akhirnya, orang pun jadi malas menggunakan jasa Anda karena khawatir akan jadi bahan curhat di media sosial.***

Halaman:

Tags

Terkini