Kabar BUMN - Perut buncit momok bagi semua orang. Bukan sekadar tidak enak dipandang mata tetapi juga karena perut buncit tidak baik bagi kesehatan.
Tidak hanya dimiliki orang yang berbadan gemuk, seseorang yang kurus pun bisa memiliki perut buncit.
Bahkan karena merasa tidak mengalami kelebihan berat badan, mereka yang kurus cenderung tidak sadar akan bahaya perut buncit.
Baca Juga: Makanan dan Minuman yang Bikin Gemuk, Hindarilah!
Dua jenis lemak dalam perut
Dalam perut manusia ada dua jenis lemak, yaitu visceral fat dan subcutaneous fat.
Visceral fat adalah jenis lemak yang letaknya di dalam dinding perut. Lemak ini sering menutupi organ-organ tubuh.
Bila tingkat visceral fat terlalu banyak bisa menyebabkan organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik dan pada jangka panjang bisa menyebabkan munculnya sejumlah penyakit.
Baca Juga: 5 Kebiasaan di Malam Hari yang Buat Lemak di Perut Semakin Menumpuk
Sedangkan subcuteneous fat adalah jenis lemak yang ada di bawah kulit. Bila Anda memuntir kulit tangan dan muncul seperti benjolan-benjolan kecil, itulah subcutaneous fat.
Lemak ini cadangan energi dan berfungsi juga sebagai lapisan pelindung antara kulit dengan tulang dan otot.
Di antara keduanya, lemak yang berbahaya adalah visceral fat yang letaknya di dalam perut dan sering menutupi organ-oran penting dalam tubuh.
Baca Juga: 6 Karbohidrat yang Dilabeli Buruk Padahal Bagus untuk Tubuh
Sumber penyakit
Ada banyak penyakit yang bisa timbul akibat visceral fat. Lemak jenis ini bisa meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Masalah-masalah kesehatan lainnya pun sering timbul akibat perut buncit yaitu, demensia, kanker, asma, asam urat, masalah kesuburuan, penyakit punggung, dan osteoartritis.