Kabar BUMN - Masyarakat Jawa, khususnya di Surakarta biasa merayakan Tahun Baru Islam dengan sejumlah tradisi.
Tradisi ini dilakukan pada malam 1 Muharam atau biasa dikenal dengan istilah malam 1 Suro.
Salah satu tradisi yang dilakukan adalah mengarak kerbau bule yang dikenal dengan nama Kebo Kyai Slamet.
Baca Juga: Bukan Minum Air Dingin, Ini Kumpulan Tips untuk Menghilangkan Rasa Pedas di Mulut
Bukan sembarang kerbau, Kebo Kyai Slamet merupakan hewan yang istimewa.
Bahkan, kotoran Kebo Kyai Slamet yang berjatuhan sering jadi rebutan masyarakat yang menyaksikan kirab malam 1 Suro di Keraton Surakarta.
Itu karena kotoran Kebo Kyai Slamet diyakini membawa berkah.
Baca Juga: Bukan Minum Air Dingin, Ini Kumpulan Tips untuk Menghilangkan Rasa Pedas di Mulut
Lantas, bagaimana awal mula Kebo Kyai Slamet ini dianggap istimewa?
Dilansir KabarBUMN.com dari pariwisatasolo.surakarta.go.id, Kebo Kyai Slamet merupakan pemberian dari Bupati Ponorogo untuk Keraton Surakarta.
Saat diberikan kepada Sri Susuhunan PB II, disertakan pula pusaka bernama Kyai Slamet.
Baca Juga: Bangun ALMA di Pelabuhan Tanjung Ru, PLN Bantu Nelayan Belitung Pangkas Biaya Operasional Hingga 60%
Begitu lah awal mula kerbau bule tersebut dinamakan Kebo Kyai Slamet.
Kebo Kyai Slamet memang sudah tiada sejak ratusan tahun silam.