Kabar BUMN - Sebuah perusahaan selain miliki visi dan misi juga memiliki kultur perusahaan atau istilah kerennya corporate culture.
Corporate culture berkaitan dengan nilai-nilai, keyakinan dan perilaku yang dipraktekan dalam lingkungan perusahaan mulai dari tingkat paling rendah sampai tingkat paling tinggi.
Ini juga sangat mempengaruhi bagaimana sebuah perusahaan mengatur interaksi antar karyawannya, performa sehari-hari dan etika bisnis yang diberlakukan.
Baca Juga: Kementerian BUMN Luncurkan Buku Panduan AKHLAK Culture Journey
Termasuk di dalamnya soal dress code, sistem kenaikan jabatan, penilaian performa, dan cara memotivasi di lingkungan kerja.
Lantas, apa hubungannya kultur perusahaan dengan karyawannya? Tentu saja banyak. Seseorang perlu mengerti kultur perusahaan agar bisa menjalankan fungsi-fungsi sosial dengan baik.
Sering kali terjadi kultur perusahaan tidak cocok dengan nilai-nilai yang dimiliki seseorang dan ini bisa mempengaruhi performa kerjanya. Berikut beberapa macam kultur perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu Core Values BUMN? Nilai AKHLAK yang Wajib Dikuasai Peserta Tes Rekrutmen Bersama BUMN 2023
Clan culture
Model kultur perusahaan seperti ini sangat mengutamakan kerja tim dan kolaborasi. Di kultur seperti ini manajer sering berfungsi sebagai mentor yang memberikan bimbingan pada anak buah atau karyawannya.
Salah satu cirinya antara lain; menjalin hubungan yang baik dengan semua anggota tim, memberi dorongan positif, dan mengajak semua berpartisipasi.
Perusahaan dengan clan culture adalah tipe perusahaan yang sangat mudah beradaptasi pada perubahan dan bisa mengimplementasi tindakan yang baru dengan cepat.
Adhocracy culture
Perusahaan dengan tipe adhocracy culture menciptakan tempat kerja yang entrepreneurial, di mana eksekutif dan anak buah berfungsi sebagai inovator dan mampu mengambil risiko.
Lingkungan kerjanya terbilang fleksibel, sangat mendorong karyawan untuk berpikir taktis dan bisa berpikir maju untuk mencapai tujuan perusahaan.