ragam

Teori Mabuk Perjalanan Secara Ilmiah dan Cara Mengatasinya

Rabu, 9 Agustus 2023 | 19:00 WIB
Jika di kereta tidak mungkin membuka jendela dan menghirup udara luar, cobalah berjalan-jalan untuk mengurangi kadar mabuk perjalanan. (Genine Alyssa Pedreno-Andrada/Pexels)

Kabar BUMN - Mabuk perjalanan terjadi akibat tidak ada sinkronisasi antara signal dari otak, mata, otot dan sendi.

Dikutip dari Cleaveland clinic, Dr Neil Cherian, seorang ahli neurologist mengatakan, mabuk perjalanan terjadi karena adanya ketidakseimbangan sistem tubuh.

“Ketika terjadi ketidakseimbangan antara yang diperintahkan telinga dengan yang dilihat mata dan ketidakselarasan dengan gerakan anggota tubuh lain, otak pun kebingungan untuk menjalankan perintah," jelas Dr Neil.

Baca Juga: Jalan-jalan ke Kota Kecil di Sekitaran Jakarta, Perjalanan Tidak Lebih dari Dua Jam, Lho

Walaupun tidak selalu, namun ada beberapa orang yang memang berbakat terkena mabuk perjalanan.

Ini ada hubungannya dengan genetik. Bila salah satu orang tua atau saudara Anda sering mabuk perjalanan, bisa jadi Anda pun punya kecenderungan itu.

Pilih posisi duduk
Salah satu cara menghindari mabuk perjalanan adalah memprediksikan di mana akan duduk. Posisi duduk sering mempengaruhi guncangan yang menyebabkan rasa mual, pusing atau eneg.

Baca Juga: Camilan yang Cocok Dibawa Untuk Perjalanan Panjang Dalam Kereta Api

Umumnya tempat yang paling keras guncangannya adalah di kursi paling belakang kendaraan. Baik itu di mobil, kapal, kereta dan pesawat.

Posisi duduk di deretan depan mobil atau bis, gerbong paling depan, dek bagian atas di kapal dan kursi di dekat sayap, cenderung goncangannya lembut atau tidak terasa.

Perhatikan pula saat meletakan kepala. Sandarkan kepala dengan bantal pelindung atau bantal traveling yang bisa meminimalisir guncangan.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertinggal! Ini Barang Yang Wajib Ada Dalam Mobil Bila Akan Berlibur Lewat Jalan Darat

Kalau sudah mulai sedikit pusing atau kendaraan terlalu berguncang keras, cobalah untuk berdiri.

Buka jendela
Bila memungkinkan (misalnya bukan di pesawat). Cobalah buka jendela dan hirup udara segar. Kondisi ruangan yang tertutup dan pengap seperti di mobil, kapal ferry, bus, membuat oksigen semakin tipis.

Halaman:

Tags

Terkini