Tidak berarti kegiatan healing selalu identik dengan liburan.
Baca Juga: BREATH Session, Komitmen Pelindo Multi Terminal Jaga Kesehatan Mental Pekerja
Membutuhkan Proses
Namanya saja penyembuhan yang bersifat psikologis. Hal ini tidak bisa disembuhkan secara instan hanya dengan liburan, nonton konser atau sekadar nongkrong di tempat baru semata.
Proses healing ini, jika memang orang itu perlu kesembuhan, membutuhkan konsistensi dan waktu. Jadi tidak bisa hanya sekadar satu kali liburan saja semua masalah terselesaikan.
Pendapat lain juga dikemukakan Gita Aulia Nurani, m.Psi yang dikutip dari Kumparan.
Baca Juga: Kualitas Hidup Lebih Baik Berkat Kualitas Tidur yang Terjaga Optimal
"Salah kaprah sering terjadi di masyarakat. Yang disebut self healing ketika seseorang bisa mengatur apa yang ada di dalam diri. Untuk membantu diri jadi lebih produktif. Dan, membantu diri lebih bisa menyelesaikan permasalahan yang ada."
Healing ini tidak hanya membuat orang jadi senang atau rileks semata. Tapi juga membuat seseorang jauh lebih lebih efektif. Jadi bukan sekadar mengalihkan pada tempat liburan atau aktivitas lainnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Berlarut, Lakukan Hal Ini Untuk Mengurangi Overthinking
Mencari Akar Masalah
Salah satu aspek dari healing yang tidak pernah diungkapkan adalah mencari akar masalah. Healing tidak bisa sembuh hanya sekadar berlibur atau nonton konser berkali-kali.
Seseorang harus mencari akar masalah dari problem psikologis mereka, barulah proses healing bisa dilakukan. Setelah itu baru seseorang bisa melakukan healing.
Tentu saja prosesnya tidak selalu harus liburan atau melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat menyenangkan lainnya.
Malah, sebaiknya proses healing dilakukan lebih ke dalam diri sendiri. Fokus untuk memahani diri sendiri. Apa yang dirasakan dan dialami.
"Mindfullness adalah salah satu teknik penyembuhan yang cukup efektif. Misalnya dengan relaksasi seperti mengatur cara pernapasan," ucap Psikolog UGM Galayang Lufityanto.