ragam

Waspada, Polusi Udara Bisa Menimbulkan Berbagai Masalah Kulit

Senin, 28 Agustus 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi. Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang mungkin muncul karena polusi udara. (Polina Tankilevitch/Pexels)

Sementara yang tinggal di daerah bebas polusi, tidak mengalami pigmentasi dan kulitnya tidak muncul bintik-bintik cokelat.

Baca Juga: Pakai Masker Saja Belum Cukup, Ini 5 Tips Jaga Kesehatan saat Kualitas Udara Buruk

2. Eczema
Eczema adalah salah satu kondisi kulit kronis yang ditandai dengan munculnya warna merah yang gatal dan bersisik di beberapa bagian tubuh.

Walau pun eczema muncul akibat faktor genetik tetapi polusi udara mempercepat munculnya penyakit kulit ini.

Polusi udara yang mengandung VOC meningkatkan risiko munculnya eczema pada anak-anak.

Baca Juga: Kualitas Udara di Jakarta Sangat Buruk, Ini Beberapa Cara Mencegah ISPA

Karena itu, orang menderita eczema perlu memberikan perlindungan ektra pada kulitnya saat berada di udara terbuka agar kulit tidak terpengaruh.

3. Gatal-gatal
Seseorang bisa mengalami gatal-gatal karena gigitan serangga, bulu dari hewan peliharaan, alergi makanan, pengaruh obat, pengaruh sinar matahari dan polusi udara.

Bila akhir-akhir ini Anda sering mengalami gatal-gatal setelah lama berada di luar, ini artinya polusi udara memang sudah sangat gawat.

Baca Juga: Cintai Lingkungan Dimulai dari Rumah, Yuk Tanam Tanaman Hias Ini Untuk Menghalau Debu dan Polusi

Bagi beberapa orang dengan imunitas rendah, udara yang terkena polusi mengandung VOC, ozone dan NO2 (nitrogen dioksida) yang tinggi.

Zat tersebut menempel pada kulit dan bereaksi dengan keringat sehingga terjadi gatal-gatal.

4. Iritasi dan Jerawat
Munculnya jerawat tidak hanya dipengaruhi hormon tetapi juga dari debu yang masuk ke dalam pori-pori.

Baca Juga: Awas! Polusi Udara Bisa Berdampak Negatif untuk Kesehatan Mata, Ini Cara Mencegahnya

Ketika polusi udara sangat tinggi, jumlah debu yang menempel di dalam permukaan kulit dan masuk ke pori-pori pun bertambah banyak.

Halaman:

Tags

Terkini