Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala menyimpan sejumlah foto para tokoh serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia.
Terdapat pula sejumlah pesawat tempur dan replikanya yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan.
Beralamat di Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Jalan Raya Janti, Karang Janbe, Maguwoharjo, museum ini buka setiap hari pukul 08.30-16.00 WIB.
- Museum Satriamandala
Museum Satriamandala menyimpan berbagai benda sejarah terkait perjuangan TNI sejak tahun 1945.
Di museum ini pengunjung dapat menyaksikan 74 diorama yang menggambarkan peranan TNI dalam membela dan mempertahankan NKRI.
Selain diorama juga terdapat dokumen, peta operasi, senjata berat dan ringan, atribut ketentaraan, kendaraan perang seperti tank dan panser, serta berbagai jenis pesawat terbang.
Museum Satriamandala atau yang sebelumnya dikenal sebagai Wisma Yaso ini berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan.
Baca Juga: PLN Grup Borong 66 Medali di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2023
- Monumen dan Museum Yos Sudarso
Didirikannya Monumen dan Museum Yos Sudarso bertujuan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Laut Arafuru antara tiga kapal TNI AL yakni RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang, dan RI Harimau dengan 2 kapal destroyer milik Belanda.
Dalam pertempuran ini, Komodor Yos Sudarso yang berada di RI Macan Tutul memimpin perlawanan terhadap 2 kapal Belanda tersebut.
Namun sayangnya, RI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan 25 awak yang berada di dalam kapal tersebut, sementara itu RI Harimau dan Macan Kumbang berhasil selamat.
Baca Juga: Pegadaian raih The Best State Owned Enterprise 2023 di Islamic Finance Summit 2023
Di dalam Museum Yos Sudarso terdapat foto, audiorama, dan film dokumenter yang dapat disaksikan oleh para pengunjung.
Selain itu, pengunjung juga dapat berfoto dengan manekin berseragam TNI AL yang dipajang di sini.