Orang Jepang juga suka mengonsumsi teh hijau, khususnya teh matcha.
Baca Juga: Gaet Turis Muslim, Di Seoul Semakin Banyak Tempat yang Menjual Makanan Halal. Ini Rekomendasinya
Matcha adalah teh hijau bubuk yang digiling batu, harganya cukup mahal karena senyawa antioksidannya yang tinggi yang dikenal sebagai katekin.
Matcha disebut-sebut mampu memerangi penyakit kanker, virus dan penyakit jantung.
Sebuah studi oleh British Medical Journal menemukan bahwa orang yang mengikuti pedoman diet ala Jepang yakni diet tinggi biji-bijian dan sayuran dengan produk hewani dan kedelai dalam jumlah sedang, serta sedikit susu dan buah, memiliki penurunan risiko kematian dini akibat penyakit jantung atau stroke.
Secara tradisional, orang Jepang cenderung memiliki sikap yang sehat terhadap makanan.
Mereka memiliki pepatah, “hara hachi bu” yang berarti makan sampai 80% kenyang, dan filosofi ini diajarkan sejak kecil kepada anak-anak.
Baca Juga: Cimory Dairyland Prigen, Rekomendasi Destinasi Wisata untuk Habiskan Libur Weekend Bersama Keluarga
Cara orang Jepang menyajikan makanan mereka juga penting.
Mereka lebih sering makan dari mangkuk kecil sambil menikmati beberapa hidangan yang berbeda, biasanya nasi, miso, beberapa ikan atau daging dan kemudian dua atau tiga hidangan sayuran, sering disajikan bersama dan dimakan secara bergiliran.
Orang Jepang juga mengendalikan diri saat menikmati hidangan penutup dan makanan ringan, menikmatinya dari waktu ke waktu tetapi dalam porsi yang lebih kecil.