Kabar BUMN – Buleleng merupakan sebuah kabupaten yang terletak di bagian utara Pulau Bali.
Daerah dengan luas 1.365,88 kilometer persegi ini memiliki kekayaan alam berupa perbukitan hijau yang asri dan indah.
Selain itu, di Kabupaten Buleleng terdapat sekitar 16 air terjun dan salah satu yang cukup terkenal adalah Air Terjun Campuhan atau biasa disebut Air Terjun Kembar Gitgit.
Baca Juga: Terbukti Lebih Ramah Lingkungan, Tol Udara Inovasi AirNav Indonesia Sukses Curi Perhatian Dunia
Pintu masuk menuju Air Terjun Kembar Gitgit berjarak sekitar 15 kilometer di sebelah utara Bedugul.
Dari Bedugul menuju air terjun ini wisatawan harus melewati jalan yang naik-turun dan berkelok serta melewati danau kembar Tamblingan dan Buyan.
Kemudian dari di pintu masuk yang terletak di sisi kiri Jalan Raya Denpasar-Singaraja, wisatawan harus menuruni jalur setapak yang dibangun atas swadaya warga desa sekitar sejauh sekitar 1,5 kilometer.
Baca Juga: Berwisata ke Kota Batu di Malam Hari, Bisa Ngapain Aja?
Di sebelah kiri dan kanan jalan setapak ini, terdapat hutan yang rimbun, dengan barisan pohon cengkeh, kopi, dan vanili yang tumbuh di perkebunan warga.
Air Terjun Kembar Gitgit merupakan dua air terjun yang letaknya berdekatan dan aliran airnya saling bertemu.
Meski saling bertemu, namun dua air terjun setinggi 20 meter dengan kedalaman 10 meter ini memiliki suhu yang berbeda.
Air terjun yang berada di sebelah kiri bersuhu hangat sedangkan yang di sebelah kanan airnya bersuhu dingin.
Baca Juga: Hindari Jetlag, Ikuti Tips Agar Bisa Tidur Nyenyak di Dalam Pesawat Berikut Ini
Saat musim kemarau, debit air di aliran air terjun sisi kanan akan berkurang sehingga suhu air secara keseluruhan akan terasa lebih hangat.