Museum Kretek dibangun dengan gaya arsitektur rumah Kudus dan surau khas Kudus.
Bangunan ini berada di areal seluas 2 hektar.
Di tempat ini pengunjung bisa melihat berbagai koleksi rokok kretek yang pernah dipasarkan.
Baca Juga: Mengenang Jejak Sejarah Perkeretaapian di Museum Kereta Api
Ada sekitar 1.195 koleksi yang berhubungan dengan sejarah rokok kretek.
Termasuk juga rokok kretek pertama dengan merek Kodok Ngantai Ulo atau kodok makan ular.
Rokok ini kemudian berganti nama dengan Tjap Bulatan tiga.
Perusahaan kretek pertama ini bangkrut karena invasi PD II dan masuknya Jepang ke Indonesia.
Baca Juga: 4 Museum di Yogyakarta yang Cocok Untuk Wisata Edukatif
Proses pembuatan rokok
Di tempat ini pengunjung juga bisa melihat diorama proses pelintingan rokok, peralatan tradisional rokok kretek.
Termasuk diorama aktiviatas masyarakat zaman dulu saat bekerja di lokasi pabrik.
Sejumlah foto-foto lama pengusaha dan foto kemasan rokok kretek tradisional pun bisa disaksikan di sini.
Baca Juga: Miniatur Lokomotif Terbesar Se-Indonesia Hadir di Museum Lawang Sewu
Singkat kata setelah berkeliling museum, pengunjung bisa mendapatkan banyak ilmu perkembangan rokok kretek di Indonesia.