Kabar BUMN - Bicara soal sejarah rokok kretek tidak bisa lepas dari keberadaan kota Kudus.
Kota Kudus sudah lama mendapat julukan Kota Rokok, di sini pula terdapat satu-satunya Museum Kretek di dunia.
Banyak orang tertarik ke kota Kudus terlebih sejak ditayangkannya serial Gadis Kretek yang dimainkan Dian Sastro tayang.
Baca Juga: Kota Terbaik untuk Traveling 2024 Versi Lonely Planet, Salah Satunya di Indonesia
Tempat lahirnya rokok kretek
Untuk diketahui, istilah kretek sendiri berawal dari kota Kudus.
Saat itu tokoh terkenal di Kudus, Haji Djamhari mengalami sesak napas.
Untuk mengobati sakitnya, ia menggunakan minyak cengkeh dan dioleskan di dadanya.
Baca Juga: Tokoh Indonesia yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Jalan Di Luar Negeri
Setelah itu rasa sakitnya mereda.
Haji Djamhari kemudian mulai mencampurkan cengkeh dengan tembakau.
Hasil campuran itu dilinting dengan klobot (kulit jagung kering), diikat benang, dibakar, dan dihisap.
Baca Juga: Waspadai! Vape Lebih Berbahaya dari Rokok
Saat dibakar dan dihisap hasil lintingan tersebut menghasilkan bunyi kemretek atau kretek.
Dari situlah muncul nama kretek.