Museum yang diresmikan 17 Desember 2005 ini dibangun untuk melestarikan stasiun tua tersebut.
Baca Juga: Alahan Panjang, Kota Dingin di Sumatra Barat dengan Vibe Seperti di Swiss
Pengunjung bisa melihat sejumlah foto dan berita yang berkaitan dengan perkembangan kereta di Sumatra Barat.
Di tempat ini juga dipamerkan lokomotif uap bergigi E1060 yang bernama Mak Itam.
Ini salah satu lokomotif penting yang beroperasi pada rute menanjak antara Sawahlunto dengan Teluk Bayur.
Buka setiap hari dari jam 08.00-16.00 (hari biasa) dan 08.00 -17.00 (akhir pekan). Tiket masuk Rp3.000.
3. Museum Transportasi
Museum Transportasi merupakan bagian dari museum di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII).
Di salah satu bagian museum ini pengunjung bisa mendapat informasi seputar perekeretaapian di Indonesia.
Tidak hanya kereta api di Pulau Jawa tetapi juga di luar Jawa.
Tiket masuk Museum Transportasi Rp10.000.
Baca Juga: Usai Revitalisasi Besar-besaran, TMII Hadir Dengan Wajah Baru
4. Museum Kereta Api Graha Parahyangan
Museum ini dululnya lebih dikenal sebagai Wisma Parahyangan.
Bangunan gedung yang bergaya kolonial ini dulunya rumah orang Belanda bernama Ernst Gerard Oscar.