ragam

Mengulik Sejarah Gedung Sate yang Bergaya Arsitektur Hybrid dengan Ornamen 6 Tusuk Sate

Minggu, 28 Januari 2024 | 18:15 WIB
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (bandung.go.id)

Gedung ini dirancang dalam satu komplek perkantoran untuk instansi pemerintah (Gouvernements Bedrijven/GB).

Baca Juga: Sejenak Lepas Penat di Kehijauan Kebun Teh di Tempat Rekreasi Goalpara Tea Park, Sukabumi

Kala itu, Gedung Sate digunakan sebagai gedung kantor Department Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan) dan di sisi timur laut terdapat gedung Hoofdbureau Post Telegraaf en Telefoondienst (Pusat Pos, Telegraf, dan Telepon).

Penataan bangunan Gedung Sate ini berpola simetris, elemen lengkungan yang berulang-ulang, menciptakan ritme yang indah dan unik.

Sementara pada atap gedung terdapat ornamen 6 tusuk sate.

Baca Juga: Bulan K3 Nasional: PT Pertamina EP OGT Balongan Gelar Kompetisi Fire Drill untuk Tingkatkan Skill Penanganan Darurat

Yang mana 6 tusuk sate ini melambangkan dana 6 juta Gulden yang digunakan untuk membangun gedung ini.

Dibangun dalam kurun waktu 4 tahun, hingga akhirnya pada bulan September 1924 bangunan Gedung Sate selesai dibangun.

Di Gedung Sate terdapat sebuah perpustakaan yang memiliki beragam jenis buku.

Terdapat kurang lebih 250.000 buku yang didapat dari perusahaan kereta api, dinas pos, telegraf dan telepon, dan dinas pertambangan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Serabi Enak di Kota Solo, Cocok Untuk Oleh-oleh Bagi Orang Tercinta

Perpustakaan ini menjadi perpustakan terbesar di Hindia Belanda untuk kategori ilmu pengetahuan.

Untuk kategori umum, perpustakaan Gedung Sate menjadi yang terbesar kedua setelah perpustakaan “Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen”.

Halaman:

Tags

Terkini