ragam

6 Jenis Wayang di Asia Tenggara, Bukti Adanya Hubungan Sejarah Kawasan Ini di Masa Lalu

Senin, 19 Februari 2024 | 17:00 WIB
Wayang kulit diperkirakan sudah ada sejak zaman Dyah Balitung pada tahun 898 Masehi. (britannica.com via kompasiana.com)

Bahasa yang digunakan bahasa Melayu logat Kelantan.

Wayang kulit Kelantan mendapat pengaruh kuat dari wayang kulit Jawa dan wayang Patani (Thailand Selatan).

Baca Juga: Rekomendasi 9 Destinasi Wisata di Malaysia yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Negeri Jiran

Nang Yai dari Thailand. (tourismthailand.org)

3. Nang Yai
Nang Yai jenis wayang dari Thailand Selatan.

Ukuran wayangnya lebih besar dari wayang di Jawa. Lebar sekitar 7-10 meter dan lonjong 1-2 meter.

Sepintas mirip wayang kulit, bedanya dalang ikut menari saat menampilkan adegan-adegan yang diceritakannya.

Pertunjukan Nang Yai diiringi orchesta piphad tradisional Thailand.

Baca Juga: Tidak Cuma Bangkok, Thailand Masih Simpan Banyak Kota yang Wajib Dikunjungi. Biaya Hidupnya Lebih Murah Pula

4. Nang Talung
Thailand memiliki jenis wayang lainnya yaitu Nang Talung, dengan ukuran 15-50 cm.

Lakon ceritanya diambil dari opera rakyat likay dengan tokoh populer Ai Nol, Ai Tong dan Al Muang.

Ciri khas Nang Talung ini adalah selipan-selipan humor mesum yang mengundang tawa penonton.

Baca Juga: 7 Langkah Mudah-Aman Menyewa dan Keliling Thailand dengan Motor Sewaan. Lebih Terasa Petualangannya!

5. Wayang Kulit
Wayang kulit berasal dari Jawa.

Diperkirakan wayang kulit sudah ada sejak zaman Dyah Balitung pada tahun 898 Masehi.

Halaman:

Tags

Terkini