Pulau Biawak juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis.
Terdapat mercusuar buatan Belanda tahun 1872 yang hingga kini masih berdiri tegak setinggi 65 meter atau 16 lantai di Pulau Biawak.
Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang akan melintas.
Baca Juga: Kuliner Ekstrem khas Indonesia, Beberapa Hanya Bisa Ditemukan di Sini. Berani Coba?
Tak hanya keindahan alamnya saja, perairan di Pulau Biawak juga dikenal memiliki keindahan bawah laut.
Terdapat gugusan terumbu karang yang masih utuh hingga menambah cantik perairan pulau Biawak.
Pulau Biawak juga dikenal dengan wisata religinya.
Sebab disini terdapat makam Syekh Imam yang konon merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islamn di indramayu.
Makam lainnya adalah makam ZM Willem II, seorang bangsa Belanda yang datang ke Pulau Biawak untuk membangun mercusuar.
Untuk bisa berkunjung ke Pulau Biawak, wisatwan bisa menyeberang menggunakan kapal milik Pemkab Indramayu dengan waktu tempuh kurang lebih 1 hingga 1,5 jam.
Perjalanan menggunakan perahu motor sekitar 4 jam, bedannya, perahu motor dapat disewa setiap hari.
Bagi pengunjung yang ingin menyeberang ke Pulau Biawak dapat memesan di kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata Indramayu atau Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Bidang Kepariwisataan.