ragam

Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia

Kamis, 7 Maret 2024 | 07:00 WIB
Perempuan penenun di Desa Watublapi, Nusa Tenggara Timur. (indonesia.travel)

Kabar BUMN - Tidak cuma batik, Indonesia punya koleksi kain tenun tradisional yang indah dan bernilai budaya tinggi.

Kain tenun ini masih dibuat dengan cara tradisional menggunakan mesin pintal dengan tangan.

Proses pembuatan satu kain kadang membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan.

Ada sejumlah desa yang bisa dikunjungi untuk melihat proses pembuatan kain tenun dan membeli langsung di sana.

Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho

1. Desa Trenganan
Desa Trenganan berada di Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Sekitar 2 jam dari Bandara Ngurah Rai.

Tenunan yang dihasilkan desa ini diberi nama kain grinsing.

Di sini pengunjung bisa melihat proses pembuatan kain dari awal.

Baca Juga: Kombinasi Arsitektur Eropa dan Bali di Istana Air Taman Ujung Karangasem yang Jadi Lokasi Favorit Pre Wedding

Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan yang dibuat dari tetumbuhan, menggambar motif, sampai penenunan.

Pembuatan satu kain membutuhkan waktu sekitar 1 tahun karena melewati 3 proses pewarnaan.

Semua kain grinsing hanya terdiri atas 3 warna; kuning, merah dan hitam.

Baca Juga: Savana Tianyar di Karangasem Bali, Padang Rumput Luas Secantik di Afrika

2. Desa Sukarara
Lombok merupakan salah satu daerah penghasil kain tenun yang indah dan mengesankan.

Di antara banyak desa yang menghasilkan tenun, Desa Sukarara patut dikunjungi.

Halaman:

Tags

Terkini