ragam

4 Desa Wisata di Lombok dengan Keragaman Budaya dan Kehidupan Masyarakat yang Unik

Kamis, 7 Maret 2024 | 08:30 WIB
Desa Hijau Bilebante (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Bangunannya terbuat dari anyaman bambu dan atapnya dari ijuk. Lantainya pun masih dari tanah.

Baca Juga: 5 Surga Tersembunyi di Lombok, NTB, Ada Jembatan Kuno hingga Air Terjun Gangga

Desa ini berlokasi di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Posisinya tepat di samping jalan raya Praya-Kuta.

Desa Adat Sade diperkirakan sudah berumur sekitar 1500 tahun.

Penduduknya bisa dibilang masih satu keturunan, karena perkawinan antar saudara masih diizinkan.

Orang yang ingin datang ke sini dilarang menggunakan celana pendek, tidak boleh teriak-teriak, ataupun menyakiti sesama.

Baca Juga: Menjauhlah dari Sirkukit Mandalika! Dan Temukan Rekomendasi Tempat Wisata Lain di Sekitarnya, Hidden Gem Lombok Tengah yang Penuh Pesona

Gapura bergaya art deco di Desa Wisata Bonjeruk. ( indonesia.travel)

3. Desa Bonjeruk
Desa Bonjeruk berada di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Jaraknya sekitar 25 menit dari bandara.

Suasana Desa Bonjeruk kombinasi antara gaya tradisional dan Eropa.

Di sini ada sejumlah bangunan peninggalan Belanda. Salah satunya gapura art deco yang dibangun tahun 1933.

Baca Juga: Mengunjungi Situs Purbakala Tercantik di Lombok, Pantai Semeti Punya Pemandangan Indah Bak Sebuah Lukisan

Pada zaman kolonial, Desa Bonjeruk jadi pusat pemerintahan tingkat Distrik Jonggat.

Desa Bonjeruk juga daerah penghasil kopi, karenanya sempatkan menikmati kopi sangrai unggulan desa ini.

Ada tiga jenis kopi sangrai, yaitu kopi sangrai pasir, kopi sangrai kayu manis, dan kopi sangrai beras.

Baca Juga: Terpukau dengan Pesona Danau Biru, Wisata Alam Kebanggaan Lombok Tengah yang Bak Surga Tersembunyi

4. Desa Sesaot
Desa Sesaot masuk dalam kategori 50 Anugrah Desa Wisata Indonesia 2021.

Halaman:

Tags

Terkini