Kabar BUMN - Seperti daerah di Indonesia pada umumnya yang memiliki beragam tradisi dan budaya, Lampung juga memiliki warisan yang khas.
Lampung memiliki kain tradisional khas yang memiliki nama kain tapis.
Jejak sejarah tapis Lampung berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Lampung.
Dlihat dari motif-motif yang ada, sejarah tapis sudah ada sejak zaman Hindu sekitar abad ke 12-13 M, bahkan diyakini sejak zaman Prasejarah.
Pengaruh Hindu-Buddha ada di dalam kain tapis.
Sama dengan Islam yang masuk sesudah abad ke 15 M dan memperkaya unsur-unsur ragam hias tapis Lampung.
Unsur-unsur sebelumnya tidak dihilangkan, seperti motif segitiga dari periode prasejarah tetap ada pada ragam hias Hindu yang melambagkan Dewi Sri dan Dewi Kemakmuran.
Kemudian ada motif pucuk rebung yang melambangkan segi kekuatan yang tumbuh di dalamnya.
Bentuk spiral dan meander melambangkan pemujaan matahari dan alam.
Sementara, ragam hias tumbuhan pada pohon hayar merupakan kepercayaan universal yang melambangkan keesaan Tuhan pencipta alam semesta.
Kain tapis ini merupakan pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk sarung.