Kain Tradisional Khas Lampung, Kain Tapis dengan Corak Flora dan Fauna, Sudah Ada Sejak Abad Ke - 12

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Minggu, 10 Maret 2024 | 11:00 WIB
Kain Tapis yang Populer Karena Keindahan Corak Flora dan Fauna (Jennaira)
Kain Tapis yang Populer Karena Keindahan Corak Flora dan Fauna (Jennaira)

Baca Juga: KAI Sudah Buka Pemesanan Tiket KA Tambahan Lebaran Tahap Kedua, Kali Ini Kembali Sediakan 24 KA

Kain tapis ini dibuat dari tenun benang kapas yang bermotif atau hiasan sugi, benang perak atau benang emas yang dibuat dengan sistem sulam.

Kain tapis ini biasanya digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah di pakaian tradisional khas Lampung.

Sebenarnya ada banyak fungsi dari kain tapis, dan biasa digunakan untuk beberapa hal penting.

Baca Juga: Tips Menghindari Sambaran Petir Saat Cuaca Buruk, 9 Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Terhindar dari Bahaya

  1. Dikenakan kaum wanita saat acara-acara adat
  2. Dikenakan oleh penari
  3. Sebagai mas kawin pada upacara perkawinan
  4. Sebagai hadiah pada upacara perkawinan maupun khitanan
  5. Penutup atau pembungkus makanan
  6. Alas kepala dan alas tempat duduk dalam berbagai upacara adat
  7. Sapu tangan pengantin wanita dan penutup punggung mempelai

Biasanya kain tapis menggunakan motif alam sepertu flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan perak.

Baca Juga: Info Lowongan Magang di BUMN, Perum DAMRI Buka Posisi Desain Interior untuk Penempatan di Jakarta Timur

Meski demikian, terkadang kain tapis diberi hiasan aplikasi dengan bahan lain seperti kaca, moci (payet), uang logam dan sebagainya.

Proses pembuatan kain tapis tradisional terbilang rumit dan harus dikerjakan secara manual, sehingga pengerjaannya dapat memakan waktu berminggu-minggu.

Hal ini membuat kain tapis memiliki harga yang relatif mahal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini