Pada tradisi ini perang tanding dilakukan sekelompok pria dari dua suku yang berbeda.
Baca Juga: 4 Desa Wisata di Lombok dengan Keragaman Budaya dan Kehidupan Masyarakat yang Unik
Mereka saling lempar tongkat atau lembing sambil menunggang kuda.
Pasola juga jadi perlambang keberanian dan kejantanan para pria Sumba.
Tradisi ini dilakukan bersamaan dengan musim tanam padi. Biasanya di akhir Februari dan awal Maret.
Baca Juga: Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
5. Festival Lembah Baliem
Festival Lembah Baliem merupakan peperangan antar suku Dani, Lani, dan Yali.
Perang ini jadi lambang kesuburan dan kesejahteraan.
Di zaman ini tidak lagi sungguhan perang, peperangan lebih ke arah tradisi dan atraksi saja.
Baca Juga: Destinasi Wisata Alam dan Budaya di Papua
Peserta akan menggunakan pakaian tradisional, membawa tombak sambil menari, dan atraksi menggunakan tombak.
Festival Lembah Baliem sudah berlangsung sejak 1989 dan selalu diadakan setiap tahun.
Festival berlangsung pada bulan Agustus selama tiga hari.***