ragam

Susuri Kota Tua Gresik yang Kaya dengan Bangunan Indah Hasil Alkulturasi Budaya

Minggu, 31 Maret 2024 | 13:00 WIB
Penampilan Gresik setelah revitalisasi. Trotoar lebar. Pada sisi jalan dipasang lampu-lampu taman yang cantik. (Instagram/@@bandargrissee via jatimnetwork.com)

Di kawasan ini pengunjung bisa melihat Masjid Jami yang didirikan pada tahun 1600.

Lalu ada pula Gardu Suling (Galing) yang berlokasi di jalan Basuki Rachmad.

Gardu ini berfungsi sebagai alat yang memberitahukan masyarakat ketika ada serangan musuh.

Baca Juga: Bekas Tambang Disulap Jadi Tempat Wisata Mirip New Zealand, Lokasinya hanya 1 Jam dari Surabaya

Sisa rumah milik pribumi kaya dan pengusaha Belanda bisa ditemui di sini.

Di jalan Nyai Ageng Arem-Arem ada Gedung Limo yang dulunya gudang menyimpan kulit dan barang lainnya.

Di dekat gedung berdiri bangunan Gajah Mungkur yang didirikan H Djaelan bin Oemar tahun 1898.

Baca Juga: DAMRI Dukung Trans Jatim Jadi Layanan Aglomerasi Perkotaan di Jawa Timur

Di sampingnya lagi berderet rumah kuno yang dimiliki sejumlah orang terpandang yang pernah hidup di Gresik.

Ada rumah keluarga HM Ekram bin HM Haroen, rumah Tiang Bo, dan rumah H Aboe.

Kebanyakan dari mereka adalah pengusaha kaya pada zamannya.

Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur ke Jawa Timur

Salah satu sudut di Kampung Kemasan. (Hilda Ikka via news.unair.ac.id)

Kampung Kemasan
Salah satu yang menarik dari Kota Tua Gresik adalah Kampung Kemasan.

Dinamakan seperti itu karena kampung ini dikenal sebagai tempat pengrajin emas.

Halaman:

Tags

Terkini