Kabar BUMN - Kota Gresik, Jawa Timur, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-11.
Lokasinya yang di pinggir pantai membuat Gresik jadi kota perdagangan dan persinggahan pedagang asing.
Termasuk yang berasal dari Belanda. Di saat itu, Gresik bahkan dikenal dengan nama Grissee.
Baca Juga: Kompleks Wisata Setigi Gresik, Dari Bukit Kapur Lalu Bukit Sampah Kini Menjadi Bukit yang Cantik
Di masa kolonial, Gresik menjadi salah satu kantor dagang Belanda pertama di Jawa.
Sisa-sisa peninggalan kolonial ini masih bisa dinikmati di kawasan Kota Tua.
Sebelumnya, Gresik sudah jadi salah satu kota tempat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
Tidak hilang seluruhnya, sisa-sisa peninggalan perkembangan Islam di Gresik pun masih ada.
Baca Juga: Pegadaian Liga 2 Ajak Pecinta Bola di Gresik Peduli Sosial dan Lingkungan
Mengalami revitalisasi
Untuk menjaga warisan bangunan dan budaya tersebut, Kota Tua Gresik direvitalisasi pada Desember 2022.
Ruas jalan utama didandani habis-habisan dan diberi nama Kawasan Bandar Grissee.
Trotoar diperlebar. Pada sisi jalan dipasang lampu-lampu taman yang cantik.
Tersedia tempat duduk di sepanjang jalan untuk bersantai sambil menikmati matahari terbenam.
Baca Juga: Mengisi Bulan Ramadan dengan Mengunjungi Wisata Religi di Daerah Jawa Timur
Artikel Terkait
6 Kota Tua di Indonesia yang Memesona, Tujuan Wisata yang Cocok untuk Bernostalgia
Tidak Usah Malu-malu Berfoto Selfie Kalau ke Kota Tua Jakarta, Banyak Sudut Cantik dan Instagramable
Kota Lama Semarang, Jejak Sejarah di Tengah Kehidupan Modern
Wisata ke Masa Lalu ke Kawasan-kawasan Kota Tua di Berbagai Wilayah di Indonesia, Ada Banyak Peninggalan Kolonial
Jalan-jalan ke Bandung, Rekomendasi 4 Tempat yang Wajib Disinggahi Saat Wisata di Kawasan Braga