Pada abad 1900 ada pengrajin emas bernama Bak Liong.
Kulitas kerajinan Bak Liong yang bagus membuat orang berbondong-bondong memesan.
Setelahnya, kampung ini jadi hunian para pengerajin emas. Dari situlah lahir nama Kampung Kemasan.
Bangunan di perkampungan ini seluruhnya tergolong bangunan cagar budaya.
Umumnya bangunan didirikan sekitar tahun 1900 dengan gaya kombinasi arsitektur Eropa dan China.
Gaya Eropa terlihat pada bentuk bangunan, ornamen dinding, jendela dan pintu yang besar.
Sementara bentuk atapnya mengadaptasi arsitektur China. Begitu pula dengan warnanya yang merah.
Baca Juga: Cita Rasa Makanan Khas Jawa Timur, Pecinta Kuliner Wajib Coba
Rumah-rumah di Kampung Kemasan masih terawat. Ada pula yang masih ditempati.
Kampung Kemasan berada di jalan Nyai Ageng Arem-Arem, Pakelingan Gresik, dekat alun-alun kota.
Banyak orang sengaja datang untuk mencari spot cantik.
Beberapa kali rumah di Kampung Kemasan dijadikan tempat untuk prewedding.***