Menurut masyarakat Jawa, janur adalah singkatan dari kata sejatine nur. Artinya, cahaya sejati.
Dengan kata lain, janur merupakan simbol manusia pada kondisi bersih, suci, dan kembali pada fitrahnya.
Masyarakat Jawa juga percaya janur adalah sarana untuk menolak bala.
Bentuk segi empat
Lantas kenapa bentuk ketupat segi empat? Ini pun ada filosofinya.
Segi empat melambangkan prinsip kiblat papat lima pancer.
Artinya, ke mana pun manusia berjalan, pasti selalu kembali pada Allah SWT.
Baca Juga: Bukan Cuma Ketupat, Berikut 5 Hidangan Khas Betawi yang Wajib Ada Saat Lebaran, Simpan Filosofi Unik
Sedangkan jalinan janur yang rumit itu perlambang segala macam kesalahan yang dilakukan manusia.
Filosofi lainnya, adalah cara membelah ketupat.
Ketika akan dimakan, ketupat dibelah dulu secara horisontal.
Ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati manusia setelah berpuasa dan minta ampun selama bulan Ramadan.***