ragam

Etika Menyaksikan Pameran Seni dan Budaya di Museum dan Galeri, Ini Bukan Tempat dan Event Sembarang

Senin, 22 April 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Pameran seni dan budaya menampilkan karya-karya seni yang harus dihargai. (Julio Nery/Pexels)

Baca Juga: Wisata ke Galeri Seni Estetik di Jakarta, Belajar Seni Plus Menemukan Spot Instagramable

3. Jangan mendominasi satu karya
Dalam museum galeri biasanya ada satu karya yang lebih menonjol dibandingkan yang lain.

Orang pun tergoda untuk swafoto atau membuat video di depan karya tersebut.

Sebaiknya saat berswafoto jangan terlalu lama atau mendominasi.

Hati-hati juga kemungkinan saling dorong ketika ada satu karya yang dikerubuti banyak orang.

Baca Juga: Imagi Spaces, Art Space Hits di PIK 2 yang Tawarkan Macam-macam Atraksi Seni Nan Aesthetic

4. Jangan berdiri menutupi karya seni
Ketika mengamati sebuah karya seni, orang sering berdiri terlalu dekat sehingga menyulitkan orang lain.

Kalau pun ingin mengamati dari dekat, jangan terlalu lama. Beri kesempatan orang lain melihat juga.

Bila ingin bebas menikmati karya dengan detail, sebaiknya datang saat museum atau galeri sepi.

Misalnya weekday atau pagi hari.

Baca Juga: Rekomendasi Workshop Seni di Yogyakarta, Liburan Makin Afdal Karena Sambil Belajar Budaya

5. Jangan menggunakan flash
Sejumlah artefak dan lukisan tua sangat sensitif dengan cahaya, termasuk cahaya flash.

Perhatikan baik-baik aturan memotret di museum dan galeri.

Biasanya ada peringatan mana yang boleh difoto dan tidak boleh difoto.

Patuhi aturan tersebut demi menjaga kelestarian barang yang dipamerkan.

Baca Juga: Jajaran Galeri Seni di Jakarta, Paling Tua Masih Galeri Nasional Indonesia, Tetapi yang Paling Terkenal...

6. Perhatikan langkah Anda
Banyak bangunan museum dan galeri didesain dengan arstitektur unik.

Halaman:

Tags

Terkini