10. Kota Seni
Yogyakarta adalah surga bagi para pecinta seni. Di sini, seni dan budaya berpadu erat dengan kehidupan masyarakatnya. Berbagai kelompok seni, seperti seni rupa, ketoprak, teater, musik modern dan tradisional, serta tari, mewarnai setiap sudut kota.
Tak heran, banyak pelajar dan anak-anak yang mengabdikan diri untuk mempelajari seni di Yogyakarta. Kota ini pun melahirkan banyak seniman dan budayawan yang berkontribusi mewarnai kancah seni Indonesia.
11. Kota Batik Dunia
Sejak tahun 2014, Yogyakarta dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Crafts Council (WCC). Batik di Yogyakarta bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang dijaga dan dilestarikan.
Berbagai motif batik klasik, seperti batik parang dan kawung, yang telah ada sejak era Sultan Agung, masih dilestarikan hingga saat ini. Tak hanya itu, Yogyakarta juga melahirkan motif-motif batik legendaris seperti ceplok ratu ratih, dodot, asta brata, wilaya kusuma jana, dan sestradi.
Baca Juga: Lagi Cari Kerja di BUMN? Telkom Buka Lowongan Magang Nih, Cek Dulu Posisinya di Sini!
12. Kota Museum
Yogyakarta adalah rumah bagi banyak museum yang menyimpan jejak sejarah dan budaya bangsa. Potensi museum di kota ini sangatlah besar, menjadikannya sebagai "Kota Museum".
Upaya untuk menarik wisatawan untuk mengunjungi museum terus dilakukan, salah satunya dengan menawarkan paket wisata museum. Hal ini diharapkan dapat membantu wisatawan untuk lebih memahami budaya dan sejarah Yogyakarta.
Menurut situs resmi Museum Sonobudoyo, Yogyakarta layak dijadikan kota museum dengan berbagai aspek pelengkap, seperti duta museum, edukator museum, keterlibatan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat.
13. Kota Warisan Dunia
Yogyakarta dikenal sebagai Kota Warisan Dunia atau The World Heritage City. Julukan ini berkaitan dengan adanya sumbu filosofis atau sumbu imajiner yang memanjang dari selatan ke utara kota.
Sumbu filosofis ini terdiri dari beberapa objek yang berada dalam satu garis lurus, yaitu Panggung Krapyak, alun-alun selatan, Kraton Yogyakarta, Alun-Alun Utara, Malioboro, hingga Tugu Pal Putih. Keunikan ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I dan diklaim hanya terdapat satu di dunia.***