ragam

UMKM Binaan PLN Sulap Sisa Pembakaran Batu Bara PLTU Ombilin Jadi Batako

Senin, 7 Maret 2022 | 11:00 WIB

Kabar BUMN -  PLN mendukung penuh pengembangan bisnis usaha kecil dan mikro kecil (UMKM) dalam memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA).

Sudah 97 UMKM yang memanfaatkan FABA untuk pembangunan daerah semuanya tersebar di 20 PLTU seluruh Indonesia, hingga awal 2022. Ada salah satu kisah keberhasilan UMKM tersebut datang dari Ombilin, Sumatera Barat. 

Kerjasama antara BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV Bangun Nusantara Raya yang merupakan UMKM sekitar, mampu memproduksi batako dengan memanfaatkan FABA yang dihasilkan oleh PLTU Ombilin.

I Made Safari Oktaria, selaku Ketua BUMDes Karya Muda Mandiri, mengapresiasi pendampingan yang diberikan PLN sehingga produk batako dari FABA mulai diterima oleh masyarakat secara antusias.

“Kami berhasil menggeser paradigma masyarakat terhadap abu batu bara dengan pembuatan batako ini. Sekarang masyarakat antusias menggunakan produk batako dari sisa pembakaran batu bara di PLTU Ombilin,” ungkap I Made.

I Made mengatakan, kerjasama pengelolaan FABA tersebut merupakan upaya PLN untuk menghasilkan nilai tambah kehadiran PLTU yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Salah satunya lewat batako yang diproduksi BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV Bangun Nusantara.

Batako dari hasil olahan FABA kini dipakai untuk agenda bedah rumah yang digelar pemerintah setempat, batako tersebut juga digunakan untuk membuat pagar sekolah, hingga beragam bentuk penggunaan lain.

“Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha konstruksi,” jelas I Made.

Dengan komposisi dari batako yaitu semen sebanyak 20 persen, FABA 15 persen dan pasir 65 persen. Dari bahan-bahan tersebut BUMDes Karya Muda Mandiri mampu memproduksi sebanyak 100 hingga 200 batako per hari dengan memanfaatkan FABA sebanyak 5 hingga 10 ton per minggu.

Di samping itu, CV Bangun Nusantara mampu memproduksi batako sebanyak 2.000 hingga 3.000 pieces per hari dengan memanfaatkan FABA 20 hingga 40 ton per minggu dengan komposisi semen sebanyak 20 persen, FABA 30 persen, dan pasir 50 persen.

Kualitas batako yang menggunakan FABA sebagai bahan campurannya lebih banyak diminati konsumen karena lebih kokoh, hal ini disebabkan oleh sifat pori-pori FABA yang rapat.

Pimpinan CV Bangun Nusantara Raya, Aditya mengatakan bahwa batako hasil produksi menggunakan campuran FABA dapat mengurangi penggunaan semen dalam proses produksi. Oleh karena itu manfaat pengelolaan limbah pembakaran batu bara dapat dirasakan oleh CV Bangun Nusantara Raya. 

Setelah menggunakan FABA, proses produksi batako tidak lagi menggunakan dolomit/kapur sehingga dapat mengurangi pemakaian semen. Sebelum menggunakan FABA, proses produksi batako menggunakan campuran dolomit/kapur sehingga lebih banyak membutuhkan semen. 

PLN tidak mengeluarkan biaya apapun (zero cost). Karena hingga saat ini, PLN menyediakan FABA dari lokasi PLTU secara cuma-cuma untuk UMKM sedangkan pengangkutan dan biaya produksi ditanggung oleh UMKM yang memanfaatkan itu sendiri.

Executive Vice President PLN, Agung Murdifi, mengatakan pemanfaatan FABA menjadi salah satu fokus program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN tahun 2022. Program ini juga termasuk upaya PLN dalam mengimplementasikan Environmental, Social and Corporate Governance (ESG).

Halaman:

Terkini