ragam

Budaya dan Kebiasaan di Jepang yang Sering Mungkin Membingungkan Turis Indonesia, Pahami dan Patuhi Supaya Tidak Malu Sendiri

Jumat, 21 Juni 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi. Masyarakat Jepang yang patuh menyeberangi jalan di area zebra cross. (Tony Wu/Pexels)

Kabar BUMN - Dengan budaya dan etikanya yang mengakar, Jepang memiliki aturan yang sangat berbeda dengan kebanyakan negara.

Banyak situasi yang lumrah di negara lain, tidak berlaku di Jepang yang disiplin dan penuh keteraturan.

Agar tidak salah bertindak dan melanggar etika masyarakat setempat, pahami kebiasaan di Jepang.

Baca Juga: Setelah Musim Sakura Berlalu, Saatnya Memasuki Musim Panas di Jepang dengan Beragam Festival Matsuri

1. Jangan makan di jalan
Di banyak negara, rasanya lumrah saja melihat orang berjalan sambil makan. Tidak demikian di Jepang.

Bagi orang Jepang makan harusnya duduk di tempat yang sudah disediakan.

Bila Anda sangat lapar, bisa berhenti di mini market yang selalu menyediakan tempat untuk makan.

Aturan tidak boleh makan ini sedikit melonggar di tempat seperti bazar atau di lokasi wisata.

Baca Juga: 4 Restoran Wagyu Halal di Tokyo, Sajikan Daging Berkualitas dan Terpercaya Asli Jepang

2. Bebas pajak 10%
Pemerintah Jepang mengenakan pajak konsumsi sekitar 10% bagi warganya, tetapi tidak berlaku bagi turis.

Di banyak toko-toko di Jepang juga membebaskan pajak turis. Biasanya akan tertulis 'Tax Free Store'.

Ini artinya harga barang tidak dikenai 10% pajak dan bisa jadi lebih murah.

Pastikan saja saat membayar, pelancong menunjukkan paspor agar dapat harga khusus ini.

Baca Juga: 4 Restoran Ramen Halal di Osaka, Jepang, Rasa Tetap Otentik dan Tentu Lezat

Halaman:

Tags

Terkini