3. Wisata Sejarah
Sekitar 900 tahun lalu, Tidore sudah dikunjungi oleh pedagang Eropa yang mencari rempah-rempah seperti cengkih dan pala.
Benteng-benteng peninggalan Spanyol dan Portugis seperti Benteng Tore dan Tahula masih berdiri di sini.
Dari benteng ini, kamu bisa melihat laut yang memisahkan Pulau Tidore, Halmahera, dan Kota Soasio.
4. Kuliner Tidore
Kuliner Tidore terkenal dengan rempah-rempahnya. Beberapa hidangan khasnya adalah popeda, yang terbuat dari sagu dan disajikan dengan sayur berkuah dan ikan kuah kuning, serta ikan kuah soru yang diasap dan dibakar terlebih dahulu.
Kusi gohu, yang terbuat dari jantung pisang mentah dengan bawang merah, cabai, kenari halus, dan ikan tore, juga patut dicoba.
Baca Juga: Pertahankan Kinerja Positif, Bukit Asam Pacu Efisiensi Operasional dan Produksi
5. Oleh-Oleh Khas Tidore
Tidore menawarkan berbagai oleh-oleh seperti kopi dabe, yang terbuat dari kopi, kayu manis, jahe, daun pandan, pala, dan cengkeh.
Kue asidah, yang terbuat dari tepung terigu dengan campuran pandan, kayu manis, dan cengkeh, juga menjadi pilihan yang menarik.
Baca Juga: Sinergi Pertamina dan Toyota Uji Coba Bioetanol 100% di GIIAS 2024
6. Cara Menuju Tidore
Dari Jakarta, kamu bisa terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta atau Halim Perdanakusuma dengan tiket sekitar Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000.