ragam

Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, Saksi Sejarah Perjuangan Diplomatik Pertama Indonesia Setelah Memproklamirkan Kemerdekaannya

Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:00 WIB
Museum Gedung Perundingan Linggarjati yang asri dan sejuk. (Redbuzz via indonesiakaya.com)

Kabar BUMN - Museum Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi perjuangan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Di tempat yang nantinya menjadi Museum Gedung Perundingan Linggarjati inilah Indonesia melakukan diplomasi pertamanya dengan Belanda.

Diplomasi di Museum Gedung Perundingan Linggarjati ini diperlukan untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain.

Terutama Belanda, yang pada saat itu, dengan segala upayanya, masih ingin menguasai Indonesia kembali.

Baca Juga: Promo Kemerdekaan di Candi Borobudur, Diskon Tiket Masuk Sebesar 50% dengan Syarat Kenakan Pakaian Bernuansa Merah Putih

Bekas Hotel
Museum Gedung Perundingan Linggarjati berada di Desa Linggarjati, Blok Wage, Dusun Tiga, Cipaku, Kuningan.

Sebelum menjadi museum, tempat ini merupakan sebuah hotel yang dibangun tahun 1935.

Luasnya sekitar 20 hektare dengan luas bangunan 1.055 meter persegi.

Tanah tersebut sempat berpindah-pindah kepemilikan sebelum dibeli Jacobus Van Johannes tahun 1930.

Baca Juga: Rayakan Hari Kemerdekaan di Candi Prambanan, Ikuti Berbagai Perlombaan Seru hingga Tes Kesehatan Gratis

Di 1935, Theo Huitker menyewa bangungan dan membuatnya untuk hotel dengan nama Rustoord.

Setelah Jepang datang hotel berganti nama jadi Hokayryokan.

Dan ketika kemerdekaan diumumkan hotel berganti nama jadi Hotel Merdeka.

Pemilihan hotel sebagai tempat perundingan atas usulan Maria Ulfah, menteri Sosial pertama RI.

Baca Juga: Bukan di Lapangan Biasa, Ini 5 Lokasi Unik yang Pernah dan Hampir Selalu Menjadi Lokasi Upacara 17 Agustus

Halaman:

Tags

Terkini