Kabar BUMN - Museum Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi perjuangan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Di tempat yang nantinya menjadi Museum Gedung Perundingan Linggarjati inilah Indonesia melakukan diplomasi pertamanya dengan Belanda.
Diplomasi di Museum Gedung Perundingan Linggarjati ini diperlukan untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain.
Terutama Belanda, yang pada saat itu, dengan segala upayanya, masih ingin menguasai Indonesia kembali.
Bekas Hotel
Museum Gedung Perundingan Linggarjati berada di Desa Linggarjati, Blok Wage, Dusun Tiga, Cipaku, Kuningan.
Sebelum menjadi museum, tempat ini merupakan sebuah hotel yang dibangun tahun 1935.
Luasnya sekitar 20 hektare dengan luas bangunan 1.055 meter persegi.
Tanah tersebut sempat berpindah-pindah kepemilikan sebelum dibeli Jacobus Van Johannes tahun 1930.
Di 1935, Theo Huitker menyewa bangungan dan membuatnya untuk hotel dengan nama Rustoord.
Setelah Jepang datang hotel berganti nama jadi Hokayryokan.
Dan ketika kemerdekaan diumumkan hotel berganti nama jadi Hotel Merdeka.
Pemilihan hotel sebagai tempat perundingan atas usulan Maria Ulfah, menteri Sosial pertama RI.