Nama air terjun ini memadukan dua kata dalam bahasa Jawa.
Grojogan yang artinya air terjun dan watu purbo berarti batu-batu purba yang besar.
Batu-batuan ini sudah lama berada di situ dan menghiasi pelataran air terjun.
Di perkirakan batu-batuan tersebut sudah ada ribuan tahun dari hasil letusan Gunung Merapi.
Baca Juga: Walking Tour di Kampung Kauman, Yogyakarta, Kampung Bersejarah Tempat Kyai Ahmad Dahlan
Jadi tempat wisata
Grojogan Watu Purbo resmi dijadi tempat wisata pada tahun 2019.
Bersamaan dengan itu tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan dirapikan.
Di sekitar areal air terjun ditambahkan toilet, taman bunga, gazebo dan pendopo.
Batu-batu yang ada beberapa diatur sehingga jadi artistik.
Banyak pelancong yang datang ke tempat ini akan duduk di atas batu dengan latar belakang air terjun.
Karena airnya dangkal maka air terjun ini hanya bisa untuk merendam kaki dan bermain air.
Disarakan datang pada musim hujan karena debit air yang tinggi membuat air terjun lebih cantik.
Baca Juga: 4 Bukit di Yogyakarta untuk Melepas Penat dengan Menyaksikan Pemandangan Luas dari Ketinggian
Grojogan Watu Purbo buka setiap hari jam 06.00-18.00 WIB.
Tidak ada biaya masuk. Hanya bayar parkir Rp5.000 (motor) dan Rp10.000 (mobil).***