3. Polisi palsu
Banyak penipu dengan badge Polisi Turis. Mereka menghentikan turis dengan berbagai alasan.
Paling sering mengecek paspor dan bilang ada pelanggaran. Turis lalu diminta membayar denda.
Atau turis diminta membuka dompet untuk memeriksa ada narkoba atau tidak.
Ketika melakukan itu, selembar atau dua lembar uang akan diambil.
Baca Juga: Waspada Copet! Tips Menjaga Uang Selama Liburan Agar Tidak Sampai Masuk Target Copet
4. Inspeksi ruangan
Penipuan ini sering terjadi di hostel dan hotel melati.
Mengaku sebagai petugas, mereka akan mengetok kamar turis dan masuk ke dalam.
Biasanya satu orang akan membuat turis sibuk sementara lainnya mengambil barang berharga.
Untu ini, jangan biarkan orang asing masuk. Simpan barang berharga di tempat tersembunyi.
Laporkan ke front desk bila ada inspeksi ruangan.
Baca Juga: Semakin Marak dan Canggih, Waspadai Modus Penipuan Online yang Berhubungan dengan Traveling
5. Pura-pura tabrakan
Di tempat ramai ada orang yang pura-pura tertabrak sambil menumpahkan saus atau minuman.
Saat meminta maaf dan membersihkan baju Anda, ia juga merogoh tas atau kantong korban.
Trik lainnya, ia menjatuhkan barang dan ketika dibantu, ia mengambil ponsel atau dompet penolongnya.
Kalau ingin membantu seseorang, pegang barang berharga Anda atau simpan di tempat tersembunyi.
Baca Juga: Waspadai Voice Phishing, Berikut Cara Menghadapi Modus Penipuan Suara AI yang Sedang Marak
6. Teman gadungan
Tiba-tiba Anda didekati seseorang yang mengaku penduduk lokal dan berniat menjadi tur guide.