ragam

Benteng Otanaha: Jejak Sejarah Portugis di Gorontalo

Selasa, 20 Agustus 2024 | 12:30 WIB
Benteng Otanaha di Gorontalo (waktu.news)

Kabar BUMN - Indonesia, yang pernah dijajah oleh berbagai bangsa seperti Belanda, Jepang, dan Portugis, menyimpan banyak situs bersejarah yang mencerminkan era penjajahan tersebut.

Salah satu warisan sejarah yang menarik di Gorontalo adalah Benteng Otanaha, sebuah benteng bersejarah yang menawarkan cerita menarik tentang masa lalu.

Benteng Otanaha terletak di Kelurahan Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Gorontalo.

Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Wisata di Pekalongan: Jelajah Budaya, Alam, dan Sejarah Kota Batik

Menurut sejarah, benteng ini merupakan salah satu bukti kedatangan Portugis ke Nusantara yang dulunya datang untuk mencari rempah-rempah.

Terletak berdekatan dengan Danau Limboto, benteng ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menawarkan pemandangan yang indah.

Benteng Otanaha terdiri dari tiga struktur utama: Otanaha sebagai benteng utama, serta Otahiya dan Ulupahu sebagai benteng pendukung lainnya.

Baca Juga: Seharian di Kota Lama Semarang, Bisa Belajar Sejarah, Mencicipi Kuliner hingga Berburu Spot Foto Menarik

Nama "Otanaha" berasal dari bahasa lokal, di mana "Ota" berarti benteng dan "Naha" adalah nama anak Raja Ilato yang menemukan kembali benteng ini.

Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522 sebagai hasil kesepakatan antara Raja Ilato dan Portugis untuk memperkuat pertahanan daerah dari ancaman musuh.

Namun, sejarah mencatat bahwa Portugis kemudian mengingkari perjanjian tersebut dan berusaha mengambil alih kekuasaan di Gorontalo, yang akhirnya memicu perlawanan sengit dari penduduk setempat.

Baca Juga: Eksplorasi Gua-Gua Peninggalan Kolonial yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Indonesia, Saksi Bisu Sejarah Perjuangan Bangsa

Meskipun demikian, setelah ratusan tahun, Benteng Otanaha kini telah menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Gorontalo.

Dengan 348 anak tangga yang menghubungkan berbagai bagian benteng, pengunjung dapat menjelajahi struktur yang terbuat dari pasir, batu kapur, dan telur burung Maleo sebagai bahan perekatnya.

Halaman:

Tags

Terkini