Kabar BUMN - Lebih identik dengan Jembatan Ampera, sebenarnya Palembang masih punya Benteng Kuto Besak.
Benteng Kuto Besak salah satu situs bersejarah di Indonesia yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa.
Lokasi Benteng Kuto Besak pun mudah dijangkau karena dekat tempat wisata terkenal Palembang lain.
Baca Juga: Jelajah Sejarah dari Sisa-sisa Kisah Kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang
Bukan warisan Belanda
Bila sebagian besar benteng di Indonesia dibangun Belanda, Benteng Kuto Besak dibangun Sultan Mahmud Badaruddin I.
Setelah sultan meninggal, pembangunan benteng dilanjutkan anaknya, Sultan Mahmud Baharudin.
Total membutuhkan waktu selama 17 tahun untuk menyelesaikan Benteng Kuto Besak.
Awalnya bangunan ini tidak disebut benteng, melainkan keraton, karena ada istana di dalamnya.
Baca Juga: Hidden Gem di Palembang, Dari Hutan Pinus Sampai Rumah Kaca
Di masa penjajahan Belanda, benteng direbut dan dijadikan sebagai markas penjajah.
Saat dikuasai Belanda tersebut bangunan ini disebut dengan benteng.
Sengaja disebut benteng karena pemerintah Hindia Belanda ingin menghapuskan sejarah Kesultanan Palembang.
Setelah masa kemerdekaan tetap dijuluki benteng dengan nama Benteng Kuto Besak.
Baca Juga: 5 Wisata di Palembang yang Paling Menarik Dikunjungi
Artikel Terkait
Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja
Menilik Benteng Marlborough di Bengkulu, Benteng Peninggalan Penjajah Inggris Seluas 44.000 M2
Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia