Benteng Kuto Besak, Palembang, Warisan Kesultanan Palembang yang Dibangun Selama 17 Tahun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 12 Agustus 2024 | 15:30 WIB
Benteng Kuto Besak yang dulunya merupakan bangunan Kesultanan Palembang. (google maps/Adhika Atyanta)
Benteng Kuto Besak yang dulunya merupakan bangunan Kesultanan Palembang. (google maps/Adhika Atyanta)

Kabar BUMN - Lebih identik dengan Jembatan Ampera, sebenarnya Palembang masih punya Benteng Kuto Besak.

Benteng Kuto Besak salah satu situs bersejarah di Indonesia yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa.

Lokasi Benteng Kuto Besak pun mudah dijangkau karena dekat tempat wisata terkenal Palembang lain.

Baca Juga: Jelajah Sejarah dari Sisa-sisa Kisah Kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang

Bukan warisan Belanda
Bila sebagian besar benteng di Indonesia dibangun Belanda, Benteng Kuto Besak dibangun Sultan Mahmud Badaruddin I.

Setelah sultan meninggal, pembangunan benteng dilanjutkan anaknya, Sultan Mahmud Baharudin.

Total membutuhkan waktu selama 17 tahun untuk menyelesaikan Benteng Kuto Besak.

Awalnya bangunan ini tidak disebut benteng, melainkan keraton, karena ada istana di dalamnya.

Baca Juga: Hidden Gem di Palembang, Dari Hutan Pinus Sampai Rumah Kaca

Di masa penjajahan Belanda, benteng direbut dan dijadikan sebagai markas penjajah.

Saat dikuasai Belanda tersebut bangunan ini disebut dengan benteng.

Sengaja disebut benteng karena pemerintah Hindia Belanda ingin menghapuskan sejarah Kesultanan Palembang.

Setelah masa kemerdekaan tetap dijuluki benteng dengan nama Benteng Kuto Besak.

Baca Juga: 5 Wisata di Palembang yang Paling Menarik Dikunjungi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini