ragam

Jelajah Goa Lowo, Trenggalek, Karena Gelap dan Dalamnya Gua Dulu Hanya Dihuni Kelelawar

Jumat, 30 Agustus 2024 | 15:30 WIB
Goa Lowo, Trenggalek, sudah diberi lampu penerang, diperindah dengan lampu hias. (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Faktor lain goa ini tidak dihuni hewan lain, selain kelelawar, karena kondisi goa ini sangat gelap.

Baca Juga: Unik Nan Indah, Inilah Lembah Watu Pawon si Pantai Hidden Gem Tak Berpasir di Trenggalek

Semakin masuk ke dalam Goa Lowo Trenggalek semakin banyak jumlah staklaktit dan stalakmit yang bisa dilihat. (google maps/Denny Suhartono)

Goa Lowo pertama kali ditemukan ahli goa asal Prancis pada tahun 1931.

Goa ini termasuk goa terbesar dan terpanjang di Asia Tenggara. Panjangnya lebih dari 2 kilometer.

Tetapi yang boleh dimasuki pelancong hanya sepanjang 850 meter saja.

Sisa jalur goa yang lain sampai ke sungai bawah tanah yang dalamnya 10 meter.

Baca Juga: Unik, Pantai Kuyon Sajikan Perpaduan Keindahan Alam Berupa Sawah Hijau dan Pantai Laut Biru, Lokasinya Ternyata Ada di Trenggalek

Mendengar suara tetesan air
Tidak sekadar besar, Goa Lowo pun bentuknya unik.

Ketika masuk di depan mulut goa, orang bisa melihat aula berlangit-langit setinggi 20-50 meter.

Ketika berjalan masuk ke dalam, bisa terdengar suara tetesan air di langit-langit dan pinggir gua.

Baca Juga: Hidden Gem di Trenggalek yang HTM-nya Gratis, Lembah Watu Pawon Punya Pantai Unik Tanpa Pasir

Bila beruntung, bisa melihat kawanan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua.

Tidak perlu takut berjalan masuk sampai ke dalam, karena gua sekarang sudah diberi penerangan.

Semakin masuk ke dalam gua, bisa didapati keindahan stalakmit dan stalaktit.

Baca Juga: Pantai, Air Terjun, dan Sendang Jadi Satu di Pantai Pelang, Destinasi Wisata di Trenggalek yang Tawarkan Pesona Eksotis

Halaman:

Tags

Terkini