3. Cai Beo
Desa terapung ini merupakan bagian dari Ha Long Bay, Vietnam, kawasan yang masuk dalam daftar Warisan Budaya UNESCO.
Rumah penduduk desa lokasinya di tengah teluk dan dihuni sekitar 450 keluarga.
Diperkirakan mereka sudah mendiami daerah tersebut sejak 200 tahun lalu.
Saat ini Cai Beo jadi salah satu desa wisata yang banyak disingahi turis yang datang dengan kapal ke Ha Long Bay.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kota Murah di Vietnam yang Bisa Dikunjungi Selain Hanoi dan Ho Chi Minh City
4. Belaga
Desa Belaga lokasinya di pinggir Sungai Rajang, Serawak, Malaysia. Ini perkampungan suku asli Iban.
Suku ini sangat berbeda dengan kebanyakan masyarakat Melayu di Malaysia.
Masyarakat suku Iban cenderung lebih mirip dengan suku di Dayak, Kalimantan.
Baca Juga: Kopitiam, Istilah untuk Tempat Makan dan Minum Kopi Harga Terjangkau di Singapura dan Malaysia
Mereka tinggal di rumah panggung dari kayu dan menggunakan baju tradisional suku Iban.
Desa ini sering jadi pintu masuk ke Hutan Borneo di Serawak.
Perjalanan ke desa ini hanya bisa dilalui dengan perahu.
Baca Juga: Oleh-oleh Makanan Khas Melayu yang Wajib di Beli Ketika ke Malaysia
5. Baw Lone Kyun
Desa Baw Lone Kyun berada di Bagan Selatan, Myanmar.
Desa tradisional ini lokasinya sangat dekat dengan Temple of Bagan atau Pagoda 1000 yang terkena.
Diperkirakan desa ini sudah berdiri sejak masa Kerajaan Bagan, antara abad 9 - 11 Masehi.